Ini Alasan Harga Saham 2 Perusahaan Kertas Sinarmas Melejit 300%

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 30 Mei 2018 14:45 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) melesat tinggi dari awal tahun. Bahkan jika dilihat dari awal tahun saja sudah melesat ratusan persen.

Saham TKIM sudah menguat 358,05% dari posisi awal tahun sekitar Rp 2.970 ke posisi Rp 13.300 pada penutupan kemarin. Sementara saham INKP tercatat sudah naik 209,72% dari posisi awal tahun di sekitar level Rp 5.500 terbang ke posisi Rp 16.550.

Vice President Research & Analysis Valbury Asia Futures Nico Omer Jonckheere menilai kenaikan pergerakan harga kedua saham tersebut masih wajar. Sebab jika dilihat dari Price Earning (PE) Ratio masih cukup rendah.

"Karena waktu awal 2017 PE Rationya masih sangat kecil, cuma 2 sampai 3 kali. Jadi saya kira wajar saja," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Jika dilihat posisi saat ini PE Ratio INKP saat ini sekitar 10,7 kali, sementara TKIM 15,9 kali. PE Ratio sendiri merupakan rasio perhitungan yang biasa dipakai untuk menilai saham secara fundamental. Perhitungannya biasanya dibandingkan dengan saham emiten di industri yang sama, makin kecil maka makin murah.

Nico menjelaskan, sebelum 2017 PE Ratio dari saham INKP dan TKIM terbilang rendah lantaran kedua perusahaan grup Sinarmas itu banyak ditinggalkan klien asingnya. Hal itu lantaran belum memiliki sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

"Perusahaan luar negeri hilang semua kliennya, makanya butuh waktu 5 tahun lebih untuk mengembalikan kepercayaan investor asing," tuturnya

Meski begitu, Nico percaya kedua saham itu masih bisa menguat. Bahkan dia memprediksi saham TKIM bisa menguat hingga level lebih dari Rp 20 ribu.

"Jadi masih bisa naik 50% lagi asalkan PE Rationya masih 15 kali," tuturnya.



Sekedar informasi, kedua perusahaan kertas ini memiliki induk yang sama yakni PT Purinusa Eka Persada yang merupakan Grup Sinarmas. Di INKP, Purinusa memegang saham 52,72% atau setara 2,88 miliar lembar saham. Sedangkan di TKIM, Purinusa memegang 59,67% atau setara 1,8 miliar lembar saham. (ang/ang)