PT Alam Tri Abadi Mengklaim Telah Beli Saham Adaro

PT Alam Tri Abadi Mengklaim Telah Beli Saham Adaro

- detikFinance
Senin, 18 Jul 2005 13:07 WIB
Jakarta - Penjualan saham milik New Hope Corporation dan MEC Indocoal di perusahaan batu bara terbesar di Indonesia, PT Adaro Indonesia, masih simpang siur. PT Alam Tri Abadi, perusahaan yang dibentuk oleh Benny Subianto dan Garibaldi Thohir, mengaku telah membeli saham perusahaan batu bara itu. Padahal sebelumnya muncul kabar saham tersebut telah dibeli oleh Grup Temasek asal Singapura. "Saya tegaskan kita tetap beli saham milik New Hope dan MEC Indocoal, kita sudah menandatangani perjanjian jual beli. Saya jadi bingung kok ada berita Temasek yang beli saham New Hope," kata Garibaldi Thohir di sela-sela RUPSLB WOM Finance di Financial Club Graha Niaga, Jakarta, Senin (18/7/2005). Pada 23 Juni 2005, muncul berita yang menyebutkan bahwa konsorsium yang dibentuk oleh Singapore's Temasek Holdings dan Noonday Asset Management (manajer investasi dari anggota Farallon Fund yang berbasis di AS), telah menyelesaikan pembelian saham New Hope sebesar 40,83 persen dengan nilai US$ 406 juta. Garibaldi mengaku bingung, dari mana sumber berita yang mengatakan Temasek telah membeli saham New Hope. "Kita tidak mundur, karena kenyataannya kita yang negosiasi dan melakukan perjanjian pada mereka," katanya. Menurut Garibaldi, nilai pembelian saham tersebut sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, yakni sebesar US$ 378 juta. Namun dia mengaku belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pembelian saham tersebut. "Dalam waktu dekat kita akan menjelaskan ke media," katanya.Sebelum penjualan saham tersebut, 51 persen saham PT Adaro Indonesia dikuasai oleh PT Dianlia Setyamukti yang merupakan perusahaan milik Edwin Soeryadjaja dan Theodore P Rachmat. Selain Dianlia, pemegang saham Adaro lainnya adalah New Hope Corporation (40,8 persen) dan MEC Indocoal (8,2 persen). Garibaldi juga pernah mengatakan, setelah selesainya pembelian ini, PT Tri Alam Abadi akan melakukan perubahan direksi. Selanjutnya PT Dianlia Setyamukti akan bergabung menjadi pemegang saham PT Adaro Indonesia, sehingga seluruh saham Adaro dimiliki pengusaha nasional. Pada tahun 2005 produksi batu bara Adaro diperkirakan mencapai 26 juta ton per tahun. Diperkirakan dalam 2-3 tahun ke depan produksi Adaro meningkat menjadi 35 juta ton per tahun. Tambang Adaro yang terletak di Kalimantan Selatan memiliki cadangan batu bara sebesar 2 miliar ton. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads