Naik 16,858 Poin
IHSG Capai Posisi Tertinggi
Kamis, 21 Jul 2005 16:37 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (21/7/2005) kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarahnya dengan naik 16,858 poin pada level 1.157,514. Posisi IHSG tertinggi tercapai pada 22 Maret 2005 di level 1.152,601.Menurut analis dari Madani Sekuritas Aji Martono, pencapaian posisi tertinggi indeks ini merupakan dampak dari rangkuman sentimen positif seperti stabilnya suku bunga SBI dan membaiknya kinerja fundamental emiten seperti Telkom.Selain itu, lanjut Aji, IHSG juga didorong oleh membaiknya bursa regional sebagai imbas menguatnya Wall Street setelah pidato dari Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan. Dalam pidatonya, Greenspan kembali mengisyaratkan akan adanya kenaikan suku bunga AS kembali. Pidato ini sekaligus menyelamatkan Wall Street yang sempat merosot setelah publikasi keuangan Intel, Yahoo dan General Motor yang mengecewakan.Menurut Aji, IHSG selanjutnya akan dicoba menembus level baru di 1.200. Namun untuk mencapainya, indeks akan diuji coba di level 1.156.Aji menjelaskan, kenaikan indeks disebabkan karena banyaknya investor yang masuk terutama pada saham Telkom yang diperkirakan kinerjanya semakin baik pada semester I-2005. Selain itu kenaikan indeks juga ditopang oleh saham-saham perbankan karena stabilnya suku bunga SBI. Indeks LQ 45 naik 4,396 poin pada level 255,211, JII naik 3,652 poin pada level 194,837, MBX naik 5,129 poin pada level 312,376 dan DBX naik 1,246 poin pada level 250,862.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan trasaksi sebanyak 21.070 kali pada volume 3.527.169 lot saham senilai Rp 1,451 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 47 saham turun dan 229 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain United Tractor (UNTR) naik Rp 275 menjadi Rp 4.375, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 5.450, Bank Danamon (BDNM) naik Rp 100 menjadi Rp 5.350, PGN (PGAS) naik Rp 75 menjadi Rp 3.075, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 1.580.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Sari Husada (SHDA) turun Rp 125 menjadi Rp 2.475, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.425, Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 20 menjadi Rp 890, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) turun Rp 10 menjadi Rp 870, Gajah Tunggal (GJTL) turun Rp 10 menjadi Rp 730.
(qom/)











































