Moody's Turunkan Peringkat Lippo Karawaci

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 20 Jun 2018 15:00 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Utang PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dianggap telah mengkhawatirkan. Perusahaan induk dari bisnis properti Group Lippo ini dikhawatirkan kesulitan likuiditas untuk membayar utang.

Pada 1 Juni 2018, Moody's Investors Services telah menetapkan peringkat obligasi senior atau senior note yang diterbitkan anak usahanya Theta Capital Pte Ltd sebesar US$ 75 juta atau setara Rp 1,04 triliun (kurs Rp 13.900) B2 unsecured.

Aksi korporasi itu dalam rangka refinancing utang LPKR. Surat utang tersebut juga memiliki bunga 9,625% dan jatuh tempo hingga 2020.

Penetapan peringkat obligasi senior itu seiring dengan penurunan rating perusahaan LPKR dari B1 menjadi B2 dengan outlook negatif.

Riset Moody's juga mencatat pada 31 Maret 2018, 79% total utang Lippo Karawaci tidak dijamin. Mayoritas pinjaman Lippo Karawaci berada di perusahaan induk.


"Hasil dari private placement ini hanya mencakup sekitar setengah dari jatuh tempo utang Lippo Karawaci pada 2018 dan 2019," kata Analis Senior Moody's Jacintha Poh.

Dengan begitu, perusahaan diperkirakan akan mengalami kesulitan likuiditas. LPKR harus menghasilkan arus kas untuk menutupi kebutuhan likuiditas selama 12-18 bulan ke depan.

Moody's menilai prospek keuangan LPKR dapat kembali stabil jika perusahaan menjalankan penjualan asetnya. Hal itu untuk menutupi pembayaran bunga utang dan memenuhi pembayaran utang selama 12 bulan ke depan.

(ang/ang)