Sementara nilai tukar dolar terhadap rupiah pada hari ini masih berada di level Rp 14.000. Dolar AS dihargai Rp 14.173, kemarin dolar AS berada di level Rp 14.111.
Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG melemah 27,488 poin (0,47%) ke 5.831,595. Indeks LQ45 juga turun 6,940 poin (0,76%) ke 911,855.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih negatif dengan penurunan 16,704 (0,28%) ke 5.842,905. Indeks LQ45 turun 4,632 poin (0,46%) ke 914,543.
Jeda siang, IHSG Bergerak positif. IHSG naik 9,772 poin (0,17%) ke 5.868,855. Indeks LQ45 naik 1,523 poin (0,17%) ke 920,318.
Sayang, jelang perdagangan berakhir sore ini IHSG kembali terjungkal ke zona negatif. IHSG turun 33,434 poin (0,57%) ke 5.825,649. Indeks LQ45 turun 8,148 poin (0,89%) ke 910,647.
Pelemahan IHSG dipicu jatuhnya 4 sektor saham. Pelemahan paling signifikan dialami saham-saham sektor keuangan sebesar 2,03%.
Perdagangan saham sore ini berlangsung moderat dengan frekuensi perdagangan saham 407.092 kali transaksi sebanyak 13,4 miliar saham senilai Rp 7,4 triliun.
Investor asing masih mencatat jual bersih sebesar Rp 453 miliar hingga sore ini.
Sementara itu, indeks utama bursa AS kompak ditutup dalam teritori negatif pada perdagangan semalam (25/06). Indeks Dow Jones tertekan sebesar 1.33% ke level 24,252.80, S&P melemah sebesar 1.37% ke level 2,717.07 dan Nasdaq turun sebesar 2.09% ke level 7,532.01.
Pelemahan pada indeks terjadi seiring dengan ancaman lanjutan dari administrasi Trump terhadap mitra dagang AS yang kembali menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar
Bursa regional juga kompak bergerak negatif senada dengan IHSG. Berikut pergerakan bursa Asia sore ini:
- Indeks saham Nikkei naik tipis 3,850 (0,02%) ke 22.342,000
- Indeks komposit Shanghai turun 14,830 poin (0,52%) ke 2.844,510
- Indeks Strait Times bertambah 20,030 (0,61%) ke 3.280,870
- Indeks Hang Seng melemah 79,990 poin (0,28%) ke 28.881,400.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.375 ke Rp 70.375 dan Indo-Rama (INDR) turun Rp 1.200 ke Rp 8.000. (dna/zlf)











































