Follow detikFinance
Senin, 09 Jul 2018 14:10 WIB

Xiaomi Bernilai Rp 756 Triliun Setelah Jual Sebagian Saham

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Produsen smartphone Xiaomi resmi melantai di pasar modal Hong Kong. Saham perdana Xiaomi merosot setelah dibuka.

Melansir dari CNN, Senin (9/7/2018), valuasi perusahaan Xiaomi mencapai US$ 54 miliar atau setara Rp 756 triliun (kurs Rp 14.000). Angka valuasi itu lebih rendah dari perhitungan valuasi perusahaan di awal tahun.

Saat debut pertamanya saham Xiaomi juga kurang menggembirakan. Di awal perdagangan saham Xiaomi turun 5,9% dari harga penawaran HK$ 17 per lembar saham.

Padahal pasar modal Hong Kong pada perdagangan Senin waktu setempat indeks sahamnya menguat 1,5%.

Debut perdagangan saham Xiaomi seperti di saat yang tidak tepat. Pasar saham global tengah bergejolak lantaran perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Sengketa ini berakar pada keprihatinan Amerika tentang ambisi teknologi Cina menguasai pasar. Neraca dagang China pun surplus terhadap Amerika Serikat.


Saham-saham di Hong Kong dan Shanghai telah mengalami pukulan berat. Sebelum Senin, indeks acuan di Bursa Hong Kong telah jatuh lebih dari 10% sejak awal Juni.

CEO Xiaomi dan co-founder Lei Jun pun mengakui waktu pencatatan yang kurang tepat saat memberikan sambutannya di bursa saham Hong Kong pada Senin pagi.

"Meskipun kondisi ekonomi makro jauh dari kata ideal, kami percaya perusahaan besar masih bisa berkembang," tambah Lei.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed