Follow detikFinance
Selasa, 10 Jul 2018 11:45 WIB

The Duck King Tunda Masuk Pasar Saham

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Jaya Bersama Indo Tbk, induk usaha restoran The Duck King, menunda untuk melakukan pencatatan saham perdana di pasar modal. Alasannya kondisi pasar yang bergejolak.

Jaya Bersama Indo awalnya menargetkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juni 2018. Sementara proses penawaran awal (book building) sudah berlangsung pada 16-23 Mei 2018.

Managing Director Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing, selaku penjamin emisi mengungkapkan, ada 3 perusahaan kliennya yang memutuskan untuk menunda IPO di semester 1 tahun ini. Selain The Duck King ada juga PT Wika Realty Tbk dan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk

"Ada 3, Wika Realty, Panca Budi sama The Duck King. Itu yang kita tunda jadi dari semester 1 menjadi semester 2," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/7/2018).

Namun Boumediene mengaku belum bisa memastikan kapan ketiga perusahaan itu melakukan IPO. Sebab masih menunggu kondisi pasar saham kondusif.


"Memang kita belum bicara lebih lanjut apakah pakai laporan keuangan audit Juni atau setelahnya. Tapi secara umum rencananya semester 2. Ya kita terus monitor perkembangan pasar," tambahnya.

Jaya Bersama Indo rencananya akan melepas sebanyak-banyaknya 403,8 juta saham atau 30,40% modal saham yang ditempatkan. Saham itu ditawarkan dalam kisaran harga Rp 1.550-Rp 1.950 per lembar. Total dana yang akan diperoleh sekitar Rp 625,89 miliar hingga Rp 787,41 miliar.

Selain itu, Danareksa juga telah mendapatkan dua klien perusahaan anak BUMN yang hendak melakukan IPO di semester 2 tahun ini. Sehingga total emiten baru yang akan dibawa Danareksi di semester 2 tahun ini sebanyak 5 emiten.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed