Pemogokan di India
Honda Rugi US$ 27 Juta
Rabu, 27 Jul 2005 11:47 WIB
Jakarta - Perusahaan otomotif Jepang, Honda Motor, diperkirakan mengalami kerugian sekitar 3 miliar yen atau sekitar US$ 27 juta akibat aksi pemogokan buruh di unit produksi India.Demikian dilaporkan harian Jepang, Nihon Keizai Shimbun, seperti dilansir AFP, Rabu (27/7/2005).Rata-rata produksi motor Honda dari pabrik di New Delhi, India, turun menjadi 400 kendaraan setiap hari selama Juni. Namun setelah sejumlah pekerja kembali bekerja, secara bertahap tingkat produksinya pulih menjadi 1.000 unit.Nihon Keizai Shimbun juga menulis, Honda kemungkinan akan menderita kerugian lebih besar jika pemogokan terus berlanjut di unit tersebut. Atas pemberitaan tersebut, juru bicara Honda menyatakan bahwa Honda tengah memeriksa kebenarannya. Honda dijadwalkan mengumumkan kinerja triwulan II-2005 pada Rabu ini waktu setempat. Sekitar 130 orang luka-luka dalam bentrokan antara polisi India dan para pekerja yang marah di pabrik Honda di Gurgaon, yang merupakan kota satelit di New Delhi. Jardine Cycle & CarriageDi Singapura, perusahaan distributor kendaraan bermotor, Jardine Cycle & Carriage (C&C) berhasil mencatat kenaikan laba bersih hingga 9 persen pada semester I-2005. Kenaikan laba bersih tersebut terutama berasal dari kenaikan penjualan mobil anak perusahaan C&C yakni PT Astra International Tbk (ASII).C&C merupakan distributor Mercedes Benz dan Mitsubishi di Singapura. Seperti dilansir Dow Jones, laba bersih C&C selama semester I-2005 mencapai US$ 159 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 146 juta. Rincian laba bersih itu adalah US$ 78,4 juta untuk kuartal I-2005 dan US$ 80,6 juta pada kuartal II-2005.Namun pendapatan pada semester I-2005 turun 26 persen menjadi US$ 543 juta, dari posisi sebelumnya sebesar US$ 735 juta. Penurunan tersebut disebabkan karena C&C belum menyelesaikan sejumlah proyek properti.
(qom/)











































