Semester I-2005
Laba Bersih INCO Naik 13 Persen
Rabu, 27 Jul 2005 15:23 WIB
Jakarta - Perusahaan tambang PT Internasional Nickel Corporation Tbk (INCO) mencatat laba bersih semester satu 2005 sebesar US$ 141,9 juta atau naik 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 126 juta. Kenaikan laba bersih ini seiring dengan meningkatnya penjualan semester satu 2005 sebesar 17,7 persen menjadi US$ 434,3 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 369 juta. Demikian diungkapkan oleh Presdir INCO, Bing R Tobing dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (27/7/2005). Produksi nikel selama semester satu 2005 mencapai 79,30 juta pon dalam matte naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 77,30 juta pon dalam matte. Sedangkan penjualan nikel selama semester satu 2005 sebesar 77,20 juta pon dalam matte naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 75,40 juta pon dalam matte. Harga rata-rata nikel selama semester satu 2005 juga mengalami kenaikan menjadi sebesar US$ 5,55 per pon dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 4,82 per pon. Bing juga menjelaskan, bahwa perseroan tetap berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 200 juta pon nikel dalam matte pada 2009. "Kami sedang menyelesaikan studi geoteknis untuk menentukan lokasi yang terbaik membangun bendungan di atas Sungai Larona di Karebbe Sulawesi," kata Bing. Perseroan memperkirakan pembangunan bendungan tersebut yang dilakukan dalam waktu empat tahun sebesar US$ 275 juta sampai US$ 280 juta. Pembangunan bendungan tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga air sebesar 90 megawatt menjadi 365 megawatt. Struktur kepemilikan saham INCO saat ini adalah Inco Limited 61 persen, Sumitomo Metal Mining 20 persen, publik 18 persen dan lainnya 1 persen.
(qom/)











































