Follow detikFinance
Kamis, 12 Jul 2018 15:08 WIB

Dolar AS 'Mengamuk' Lagi, Ini Untung Ruginya

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menunjukkan keperkasaannya. Pagi ini, mata uang negeri Paman Sam itu kembali menguat ke level Rp 14.435.

Penguatan dolar AS terhadap rupiah juga dinilai akan terua berlanjut. Lalu apa sih untung dan ruginya?

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan ada untung dan rugi dari kondiai nilai tukar tersebut.


Saksikan juga video 'Sandiaga Kaget Harga Cabai Ikutan Meroket Akibat Dolar Naik':



Dari sisi untung, kata Piter, hal itu akan didapatkan oleh para pelaku ekspor. Sebab, dolar yang tinggi menjadikan nilai dalam rupiah akan semakin banyak diperoleh.

"Secara teori pelemahan rupiah akan meningkatkan daya saing produk ekspor karena harga menjadi lebih murah," jelas dia saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (12/7/2018).


Sedangkan sisi ruginya, lanjut Piter, akan dirasakan oleh para pelaku industri yang yang masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri. Sebab, nilai produknya menjadi lebih mahal.

"Sementara untuk produk manufaktur komponen impornya tinggi. Dengan kondisi seperti ini pelemahan rupiah lebih banyak mudaratnya bagi Indonesia," papar dia.

Dolar AS 'Mengamuk' Lagi, Ini Untung Ruginya
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed