BEI Tetap Harap Freeport IPO Meski Divestasi 51% Sahamnya

BEI Tetap Harap Freeport IPO Meski Divestasi 51% Sahamnya

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 13 Jul 2018 22:01 WIB
BEI Tetap Harap Freeport IPO Meski Divestasi 51% Sahamnya
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah melalui PT Inalum telah mencapai kesepakatan dengan Freeport McMoran untuk pengambil alihan 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Kesepakatan itu tertuang dalam Head of Agreement (HoA).

Inalum akan membeli sisa target saham dengan membeli hak partisipasi atau paticipating interest (PI) 40% Rio Tinto senilai US$ 3,5 miliar dan US$ 350 juta untuk membeli saham PT Indocopper Investama, anak usaha Freeport-McMoRan Inc yang juga memiliki sebagian saham PTFI.


Meski sudah mencapai kesepakatan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih saja berharap agar PTFI melantai di pasar modal. Kali ini bukan sebagai media perpindahan kepemilikan saham, tapi agar ada keterbukaan informasi tentang PTFI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya bukan hanya Freeport, yang lain juga kita ingin itu tetap terdaftar. Akses permodalan akan tidak terbatas, penyebaran kepemilikan dan kontrol banyak pihak, termasuk teman-teman (masyarakat)," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Selama ini masyarakat memang sulit untuk mengetahui kinerja PTFI. Sebab perusahaan itu memang bukan perusahaan terbuka. Hanya pemegang saham saja yang bisa memperoleh informasi termasuk pemerintah Indonesia yang sebelumnya memegang saham 9,36%.

"Jadi intinya tidak hanya Freeport tapi BUMN, BUMD, perusahaan keluarga juga. Itu powerfull banget kalau jadi perusahaan tercatat. Ada SRO, ada pemegang saham, artinya secara kualitas dia meningkat," tambahnya.


Sebelumnya mantan Direktur Utama BEI Tito Sulistio memang sangat ingin agar proses divestasi PTFI melalui pasar modal. Bahkan Tito sempat mendatangi tambang Freeport di Mimika, Papua untuk bertemu manajemen PTFI. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads