Follow detikFinance
Rabu, 18 Jul 2018 17:59 WIB

Pencairan Transaksi Saham Jadi 2 Hari Berlaku November

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengubah siklus penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2. Itu artinya penyelesaian transaksi saham hingga penyerahan barang atau penerimaan uang selesai dalam waktu 2 hari, yang mana sebelumnya 3 hari.

BEI akan menerapkan settlement T+2 pada 26 November 2018. Sementara masa penerapam settlement T+3 akan berakhir pada 23 November 2018. Sedangkan hari penyelesaian pertama T+2 pada 28 November 2018.

"Untuk itu kami melakukan sosialisasi sebelum penerapannya. Kami akan melakukan grup diskusi terutama mengakomodasi komunikasi AB yang melayani investor asing dan tentu saja bank kustodian," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widito Widodo di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Untuk menyukseskan penerapan T+2 BEI bersama dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun penerapan ini memiliki efek samping. Dengan masa waktu penyelesaian yang lebih cepat maka potensi gagal serap dan gagal bayar saat transaksi lebih besar.

"Secara teori memang akan meningkatkan potensi kegagalan terutama di hari pertama. Karena ada penggabungan settlement dari T+3 dan T+2," kata Direktur KPEI Iding Pardi.

Potensi gagal serap bisa terjadi jika investor melakukan transaksi dengan meminjam efek dan berharap membelinya di harga bawah (short sell). Sementara untuk gagal bayar dikhawatirkan terjadi dalam transaksi margin, yang mana investor melakukan pembelian saham dengan meminjam dana dari sekuritas.

Kedua jenis strategi transaksi itu harus selesai memberikan dana atau efek saat hari penyelesaian yang sekarang hanya 2 hari bursa.

Iding mengaku SRO tidak akan mengubah kebijakan peraturan gagal bayar dan gagal serap. Untuk mengantisipasi hal itu pihaknya hanya akan aktif melakukan sosialisasi.

"Kami tidak ada rencana mengubah ketentuan yang ada terkait kegagalan, yang kita harapkan sosialisasi terhadap pelaku dan investornya," tambahnya.

Meski begitu BEI dan SRO lainnya berharap penerapan T+2 memberikan manfaat bagi industri pasar modal, yaitu dalam meningkatkan harmonisasi antar bursa secara global. Sehingga memudahkan transaksi efek lintas bursa atau antar negara, meningkatkan likuiditas melalui percepatan reinvestment dari modal, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi risiko sistemik yang dapat terjadi di pasar modal. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed