BES Terapkan Pemindahbukuan Obligasi Satu Rupiah
Jumat, 29 Jul 2005 12:27 WIB
Jakarta - Bursa Efek Surabaya (BES) mulai menerapkan satuan pemindahbukuan untuk obligasi korporasi sebesar Rp 1 (satu rupiah) sejak 25 Juli 2005 lalu. Penetapan satuan pemindahbukuan ini dimaksudkan untuk melakukan standardisasi spesifikasi dari obligasi korporasi yang telah dan akan dicatatkan di bursa, sehingga dapat ditetapkan satuan perdagangan obligasi yang lebih kecil. Dampak penerapan aturan ini adalah memudahkan terlaksananya perdagangan obligasi secara ritel melalui Fixed Income Trading System (FITS) di BES. Pemindahbukuan Rp 1 ini terutama untuk mempermudah pembukukan transaksi dengan nilai terkecil dibandingkan sebelumnya yang Rp 1 juta, sehingga sering terjadi kesulitan jika ada program buy back dengan pecahan tidak bulat Rp 1 juta. "Sejalan dengan telah diluncurkannya transaksi bursa obligasi korporasi melalui sistem perdagangan FITS, maka BES telah menerbitkan surat edaran tentang satuan pemindahbukuan obligasi di BES," kata Direktur Perdagangan BES Guntur Pasaribu, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/7/2005). Dengan diterbitkannya surat edaran tersebut BES menetapkan satuan pemindahbukuan untuk obligasi korporasi yang akan dicatatkan di BES setelah tanggal 25 Juli 2005 sebesar Rp 1. Sedangkan untuk obligasi korporasi yang telah tercatat saat ini, BES meminta agar emiten dapat menyesuaikan satuan pemindahbukuannya sesuai dengan ketentuan. Menurut Guntur, penetapan satuan pemindahbukuan ini dimaksudkan untuk melakukan standardisasi spesifikasi dari obligasi korporasi yang telah dan akan dicatatkan di bursa, sehingga dapat ditetapkan satuan perdagangan obligasi yang lebih kecil. Untuk emiten yang pada tanggal ditetapkannya surat edaran ini telah mencatatkan obligasinya di bursa dan belum jatuh tempo atau dalam rangka restrukturisasi obligasi, agar menyesuaikan atau mengubah satuan pemindahbukuan obligasinya menjadi sebesar Rp 1 selambat-lambatnya dalam jangka waktu enam bulan sejak berlakunya surat edaran. Sampai dengan saat ini jumlah obligasi yang tercatat di BES sebanyak 272 seri dari 107 emiten dengan total nilai nominal Rp 60,342 triliun dan US$ 105 juta. Sedangkan emiten yang baru mencatatkan obligasinya di BES sepanjang Januari 2005 sampai dengan 26 Juli 2005 sebanyak 19 emiten dengan 52 seri obligasi dengan total nilai nominal obligasi sebesar Rp 8,976 triliun. Emiten yang sudah bisa ikut perdagangan obligasi lewat FITS ada sekitar 40-an emiten dengan 70 seri obligasi.
(qom/)











































