Laba Bersih Astra Rp 3 Triliun

Semester I-2005

Laba Bersih Astra Rp 3 Triliun

- detikFinance
Jumat, 29 Jul 2005 17:48 WIB
Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih semester I-2005 sebesar Rp 3 triliun atau naik 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,6 triliun. Sedangkan selama satu tahun 2004, laba bersih yang diperoleh perusahaan ini sebesar Rp 5,405 triliun. Peningkatan laba bersih ini dipicu oleh tingginya minat beli konsumen dan tersedianya fasilitas pembiayaan yang mengakibatkan peningkatan permintaan terhadap otomotif, baik sepeda motor maupun mobil. Demikian diungkapkan oleh Presiden Direktur Astra, Michael D. Ruslim, dalam keterangan tertulis di BEJ, Jakarta, Jumat (29/7/2005). Selama enam bulan pertama 2005, perusahaan ini mencatat penghasilan bersih sebesar Rp 29,6 triliun atau meningkat 50,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 19,7 triliun. Selain dari sektor otomotif seperti motor dan mobil, pertumbuhan yang signifikan juga terlihat dari bidang usaha jasa keuangan dan alat berat dari kontribusi PT United Tractors Tbk,anak perusahaan di bidang usaha alat berat, yang sejak bulan Juni 2004 dikonsolidasikan ke dalam perseroan. Laba usaha Astra juga meningkat 54 persen dari Rp 2,2 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp 3,4 triliun pada semester satu 2005. Pada tahun 2005, Astra membukukan penghasilan lain-lain sebesar Rp 46,7 miliar, menurun jauh dibandingkan tahun 2004 sebesar Rp 588,5 miliar. Hal ini disebabkan oleh penurunan keuntungan dalam penjualan investasi pada tahun 2004 yang diperoleh dari sisa penjualan PT Pramindo Ikat Nusantara sebesar Rp 246 miliar. Penjualan Otomotif Semester Dua Michael mengakui, meningkatnya kinerja Astra pada semester pertama tahun 2005 terlihat pada pertumbuhan yang menggembirakan di bidang otomotif, baik penjualan sepeda motor maupun mobil, serta jasa keuangan dan alat berat. Namun kata Michael, melonjaknya harga minyak dunia dan menguatnya mata uang dollar AS terhadap rupiah akan mempengaruhi banyak sektor di dalam negeri termasuk otomotif. "Hal ini juga akan mempengaruhi pertumbuhan otomotif pada semester kedua tahun 2005 yang diperkirakan tidak akan setinggi semester pertama," ujar Michael. Pada semester pertama tahun 2005 pasar mobil Indonesia mencapai 295.774 unit atau naik 30,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 226.126 unit. Dari total penjualan tersebut, Astra berhasil menjual 136.165 unit atau meningkat sebesar 28,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 106.207 unit. Penjualan mobil Astra pada semester satu 2005 sebagian besar disumbangkan dari Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Toyota Kijang Innova. Namun dari sisi pangsa pasar, pada semester satu 2005 Astra mengalami penurunan tipis menjadi 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 47 persen. Sedangkan untuk pasar sepeda motor nasional, sepanjang semester pertama 2005 mencatat kenaikan sebesar 31,1 persen mencapai 2.617.905 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.997.276 unit.Dari total penjualan sepeda motor nasional itu, penjualan sepeda motor Astra dengan merek Honda naik sebesar 30,9 persen mencapai 1.284.212 unit dibandingkan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 981.040 unit. Sedangkan dari sisi pangsa pasar, untuk pasar sepeda motor Astra stabil sebesar 49 persen, akibat keterbatasan kapasitas produksi. Untuk memenuhi permintaan konsumen yang tinggi, menurut Michael, PT Astra Honda Motor (AHM) telah membangun pabrik ketiga di Cibitung yang selesai lebih awal dari jadwal perencanaan. Pabrik tersebut nantinya akan mampu memproduksi satu juta unit sepeda motor per tahun dan pada bulan Juni lalu telah mulai memproduksi mesin (engine). Diharapkan pada bulan September 2005, lebih cepat dibanding perkiraan semula bulan Oktober, pabrik tersebut akan dapat beroperasi secara penuh. Pada saat yang sama AHM akan dapat mencapai produksinya yang ke-15 juta unit. Secara keseluruhan, bidang usaha otomotif menyumbang Rp 1,8 triliun pada tahun 2005 naik 27 persen dibandingkan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,4 triliun. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads