Kalbe Farma Tambah Porsi Ekspor
Senin, 01 Agu 2005 16:43 WIB
Jakarta - Penjualan ekspor yang masih rendah, yakni sebesar 6 persen, memicu semangat PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) untuk memperbesar penjualan ekspor. Perusahaan farmasi ini berniat menambah porsi ekspornya hingga 10 persen pada tahun 2010.Peningkatan ekspor tersebut terutama dari kontribusi produk-produk yang dihasilkan anak perusahaannya, PT Innogene Kalbiotech, yang memiliki lingkup bisnis drug development yang mengkhususkan diri pada pengembangan bidang onkologi, perawatan intensif, vaksin, serta diagnosa medis. "Saat ini ekspor Kalbe sekitar 6 persen dari total penjualan, dan kita harapkan pada 2010 ekpornya akan meningkat menjadi 10 persen," kata Presdir PT Kalbe Farma J Setijono.Setijono menyampaikan hal tersebut usai acara penandatanganan kerja sama Innogene Kalbiotech dengan Recombio untuk pengembangan vaksin antikanker 1E10 (anti idiotypic cancer vaccine) di ASEAN, Taiwan, dan Korea yang berlangsung di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin (1/8/2005).Menurut Setijono, saat ini ekspor perseroan dikuasai oleh jenis obat bebas. Untuk itu, perseroan juga akan meningkatkan ekspornya melalui produk-produk hasil riset yang bisa digunakan oleh dokter-dokter spesialis. "Dengan produk-produk yang dihasilkan Innogene Kalbiotech ini, maka ekspor Kalbe dapat meningkat dari sisi nilai maupun volumenya," kata Setijono. Lampaui Target Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengaku optimis kinerja penjualan perseroan hingga akhir tahun ini mencapai sekitar Rp 4,1 triliun atau tumbuh sekitar 18-20 persen dibanding tahun lalu.Menurutnya, kinerja penjualan tahun ini akan melampaui target awal sekitar Rp 4 triliun atau tumbuh sekitar 17 persen dibanding tahun lalu. "Kita tidak akan revisi target. Tapi kita optimis penjualan kita akan lebih tinggi dari yang kita targetkan sebelumnya," katanya.Hingga akhir Juni 2005, perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp 2,18 triliun atau tumbuh sekitar 33 persen dibanding periode sama tahun lalu. Laba bersih yang dibukukan per Juni 2005 mencapai Rp 311,2 miliar atau naik sekitar 40 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 197,7 miliar. Merger Mengenai merger PT Kalbe Farma Tbk dengan PT Dankos Laboratories Tbk dan PT Enseval Putra Mega Trading Tbk, menurut Setijono, hal itu masih dalam proses penjajakan lebih lanjut. Perseroan dibantu oleh lembaga penunjang, antara lain Ernst & Young sebagai auditor, KPMG sebagai penilai saham (share valuation) dan penasihat keuangan CLSA. "Kami berharap proses merger ini akan selesai pada akhir 2005. Setelah merger nanti, nama perusahaan baru tetap akan menggunakan PT Kalbe Farma Tbk, sedangkan PT Dankos dan Enseval akan melebur dan menjadi anak perusahaan," katanya.
(qom/)











































