Danareksa Lakukan Audit Khusus Kasus SPV dan Piutang Macet
Selasa, 02 Agu 2005 17:30 WIB
Jakarta - PT Danareksa (Persero) akan melakukan dua audit khusus (special audit) untuk masalah piutang macet dan special Purpose Vehicle (SPV) serta compliance system."Audit khusus ini atas permintaan komisaris dan pemegang saham. Jadi nanti ada dua audit khusus yang pertama SPV dan PT Tri Daya Esta dan kedua compliance system, saat ini kita sedang menyiapkan penunjukkan auditor," kata Dirut Danareksa Lin Che Wei dalam jumpa pers di Kantornya Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (2/8/2005).Che Wei menjelaskan, untuk audit khusus piutang macet terutama dilakukan untuk PT Tri Daya Esta karena ada ketidakwajaran penagihan utang. Namun, Che Wei belum bersedia menjelaskan masalah piutang macet tersebut. Dalam kasus tersebut, Danareksa bertindak sebagai krediturnya. Sedangkan kabar yang beredar, piutang Danareksa di perusahaan ini diduga telah dipangkas hampir separuhnya.Che Wei juga belum mau menjelaskan kasus penyelidikan SPV. Sebelumnya, Danareksa sempat ditengarai menggunakan SPV saat melakukan penjaminan untuk penawaran perdana saham (IPO/Initial Public Offering) PT Bank Mandiri Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk."Saat ini masih belum bisa diungkapkan, yang jelas dalam RUPS lalu masalah SPV dan Tri Daya Esta tidak mendapatkan acquit de charge," kata Che Wei.Masalah Non Performing Assets, menurut Che Wei, akan menjadi prioritas penyelesaian di Danareksa. Sebab, masalah piutang macet ini mencapai angka yang signifikan sekitar Rp 800-Rp 900 miliar. Masalah piutang tidak lancar ini di antaranya tersebar di PT Tri Daya Esta, PT Asia Celluler Satelite (Aces), PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Widya Duta Informindo, dan PT Hutama Karya.Danareksa juga pada semester satu 2005 telah melakukan pencadangan (provisi) sebesar Rp 248,9 miliar. "Meskipun pencadangan sudah dilakukan kami masih akan melakukan penagihan terhadap kewajiban debitur-debitur kami," ujar Che Wei.Menurut Che Wei, mulai saat ini perseroan akan fokus pada bisnis inti sebagai perusahaan keuangan. Sedangkan aset-aset di luar bisnis inti ada kemungkinan akan dilakukan divestasi. "Tapi belum tahu kapan penjualan dilakukan," katanya.
(qom/)











































