HIPMI Targetkan 100 Ribu Anggota Jadi Investor Pasar Modal

HIPMI Targetkan 100 Ribu Anggota Jadi Investor Pasar Modal

- detikFinance
Rabu, 03 Agu 2005 11:07 WIB
Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menargetkan 100 ribu anggotanya bisa menjadi investor di pasar modal sampai tahun 2008. Selain itu lima perusahaan anggota HIPMI juga ditargetkan menjadi perusahaan publik. Langkah HIPMI membidik anggotanya menjadi investor di pasar modal adalah sebagai upaya mensukseskan program dua juta investor yang dicanangkan Bursa Efek Jakarta (BEJ) sampai tahun 2008. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno dalam acara Business Gathering di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/8/2005)."Karena BEJ berani, kita juga optimitis paling tidak 100 ribu keluarga besar HIPMI bisa menjadi investor dan pemain aktif di bursa dalam kepengurusan kami sampai 2008. Selain itu paling tidak lima dari anggota perusahaan HIPMI bisa melenggang ke bursa," Sandiago. Menurut Sandiago, untuk menggolkan target 100 ribu investor, HIPMI akan melakukan langkah-langkah sosialisasi dengan gencar. "Mulai dari membuka network kantor-kantor cabang, pembukaan gerai, sosialisasi, edukasi, training dan kerja sama pembukaan gerai dan galeri untuk saham," ujar Sandiago. Saat ini anggota HIPMI mencapai 25 ribu anggota tersebar di 30 propinsi dan 28 kabupaten. Sedangkan jumlah keluarga besar HIPMI termasuk anggota senior dan perusahaan di sekelilingnya mencapai 75.000 anggota. "Untuk target 100 ribu investor itu sudah termasuk keluarga besar dan akan dicobakembangkan lagi karena setiap anggota HIPMI punya pegawai dan kerabat," katanya. Mengenai jumlah perusahaan anggota HIPMI yang akan go public menurut Sandiagao, 90 persen perusahaan anggota HIPMI adalah kategori UKM (Usaha Kecil Menengah). Target untuk menjadi perusahaan publik ini sebagai bentuk peningkatan kelas (graduate) dari pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah dan selanjutnya menjadi pengusaha besar. "Dari pengusaha menengah ke besar itu ada beberapa alternatif pendanaan, seperti di BEJ ada papan pengembangan dan ini kita gunakan sebagai akses melalui proses kerja sama antara BEJ dan HIPMI," ujarnya. Nama dari lima perusahaan anggota HIPMI yang akan go public itu, menurut Sandiago, akan diumumkan pada kuartal ketiga tahun 2005, karena saat ini sedang dalam proses persiapan IPO (Initial Public Offering). "Kita yakin lima itu sudah matang, kalau momentum bagus mungkin bisa lebih dari itu," katanya. Dari lima perusahaan tersebut, tahun 2005 ini diharapkan satu sampai dua perusahaan dari sektor telekomunikasi dan pertambangan yang akan listing. Selanjutnya tahun 2006 satu sampai dua dari sektor manufaktur dan penunjang industri telekomunikasi. Sisanya tahun 2007 dari perusahaan yang bergerak di makanan dan kemasan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads