Follow detikFinance
Senin, 06 Agu 2018 17:56 WIB

Saham Warren Buffett di Apple Tembus Rp 725 Triliun

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Sebanyak 5% saham Berkshire Hathaway di Apple bernilai hampir US$ 50 miliar (Rp 725 triliun). Perusahaan yang dimiliki oleh salah satu orang terkaya dunia, Warren Buffett, ini menjadi saham paling berharga di perusahaan teknologi.

Berkshire membeli saham pertamanya di Apple lebih dari dua tahun yang lalu saat penjualan iPhone melambat. Berkshire membeli sekitar 10 juta lembar saham yang bernilai US$ 1,1 miliar pada saat itu.

Demikian dikutip dari CNN Money, Senin (6/8/2018).

Berkshire (BRKA) terus meningkatkan kepemilikan saham Apple secara bertahap, dan perusahaan itu kembali meningkatkan sahamnya di Apple (AAPL) selama kuartal I-2018. Pada akhir Maret, Berkshire memiliki lebih dari 200 juta lembar saham senilai US$ 41 miliar. Pada akhir Juni, laporan triwulanan Berkshire menunjukkan investasi US$ 47,2 miliar di Apple.


Pria yang dijuluki Oracle of Omaha telah mendorong raksasa teknologi ini mencapai nilai US$ 1 triliun pertamanya pekan lalu.

Secara keseluruhan, laba operasi Berkshire Hathaway melonjak 67% pada kuartal terakhir menjadi US$ 6,9 miliar dari US$ 4,1 miliar di tahun sebelumnya.

Laba terakhir Berkshire didorong oleh kenaikan terbesar dalam bisnis asuransinya. Di sektor penjaminan, laba operasi meningkat dari sebelumnya rugi US$ 22 juta menjadi untung $ 943 juta.

Berkshire menjalankan bisnis di sektor asuransi, peralatan, manufaktur, dan kereta api di samping portofolio investasinya yang luas.

Berkshire juga mencatatkan laba bersih yang naik dari US$ 4,3 miliar menjadi US$ 12 miliar dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu. Namun Buffett telah berulang kali memperingatkan untuk tidak fokus pada laba bersih.

Karena perubahan aturan akuntansi yang berlaku di awal tahun ini, Berkshire harus mulai memasukkan komponen keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi ke dalam laba bersihnya yang dilaporkan.


Buffett menulis dalam surat kepada pemegang saham awal tahun ini bahwa perubahan aturan akan sangat mengganggu laba bersihnya, dan memperingatkan investor untuk fokus pada angka-angka yang benar-benar penting yang menggambarkan kinerja operasi kami.

Harga saham Berkshire naik lebih dari 7% selama sebulan terakhir. Pada pertengahan Juli, perusahaan membuat perubahan aturan internal yang pada dasarnya memberikan Buffett dan Berkshire Vice Chairman Charlie Munger kemampuan untuk membeli kembali saham perusahaan kapan pun mereka mau.

Hal itu menyebabkan banyak orang berspekulasi bahwa Berkshire akan segera bergabung dengan perusahaan bonanza pembelian kembali saham yang telah dilakukan Amerika akhir-akhir ini. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed