Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Agu 2018 11:54 WIB

Erdogan Selidiki 346 Akun Medsos yang 'Bully' Lira Turki

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: BBC Indonesia
FOKUS BERITA Krisis Ekonomi Turki
Jakarta - Pemerintah Turki melakukan segala upaya untuk menyelamatkan mata uangnya, lira. Setelah mengimbau seluruh masyarakatnya untuk menjual dolar Amerika Serikat (AS), kali ini pemerintah Turki melakukan penyisiran terhadap akun media sosial yang memberikan sentimen negatif.

Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan akan melakukan penyelidikan terhadap 346 akun media sosial yang telah melakukan postingan negatif tentang lira. Upaya itu untuk meminimalisir sentimen yang muncul di tengah krisis mata uang Turki.

Mengutip CNBC, Rabu (15/8/2018), kantor Kejaksaan Istanbul mengatakan penyelidikan ditargetkan kepada individu yang dianggap mengancam keamanan ekonomi Turki dengan mem-posting komentar tentang pelemahan lira dengan provokatif.


Kantor Kejaksaan berjanji untuk mengambil tindakan tegas terhadap semua berita, media dan komentar di media sosial yang dianggap menjatuhkan aset Turki.

Dalam beberapa tahun terakhir Presiden Turki Recep Erdogan juga telah melakukan penindak terhadap media lokal, memaksa surat kabar untuk menutup dan menangkap ribuan anggota pers, masyarakat sipil, akademisi, dan militer.

Partai Erdogan memegang kendali substansial atas media. Menurut kelompok pengawas Komite untuk perlindungan wartawan, Turki memiliki jumlah jurnalis yang dipenjara tertinggi di dunia.

"Mereka telah melakukan ini sebelumnya untuk mengendalikan ruang informasi mata uang sehingga dapat mengurangi risiko," kata Ahli Strategi Pasar Bluebay Asset Management, Timothy Ash.


Dalam pidato kemarin, Erdogan juga mengumumkan melakukan boikot terhadap produk elektronik AS, termasuk Apple.

Sementara itu, banyak orang Turki yang yang mengatakan bahwa mereka menyesal tidak memegang lebih banyak uang asing karena mata uang mereka menurun nilainya. Sekitar 50% deposito di bank Turki dalam mata uang asing.

Lira sendiri telah melemah 30% dalam tiga hari dan jatuh lebih dari 40% terhadap dolar AS sejak awal tahun ini. Kejatuhan lira disebabkan kekhawatiran investor atas independensi bank sentral dan hubungan diplomatik yang memburuk dengan AS.

Pelemahan lira semakin menjadi setelah Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi atas penahanan seorang pendeta asal AS, Andrew Brunson, di Ankara sejak 2016 atas tuduhan spionase.


Saksikan juga video ' Ditekan Secara Ekonomi, Erdogan Serukan Perjuangan Nasional ':

[Gambas:Video 20detik]

(das/ara)
FOKUS BERITA Krisis Ekonomi Turki
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com