Follow detikFinance
Rabu, 15 Agu 2018 12:59 WIB

Dolar AS Meleset dari Target APBN, Seberapa Bahaya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Nilai tukar dolar hari ini tercatat terus mengalami pergerakan menuju ke atas Rp 14.600. Berdasarkan data Reuters nilai dolar tercatat Rp 14.630. Kemudian dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) tercatat Rp 14.621.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumuam menjelaskan penguatan nilai tukar dolar AS yang terjadi beberapa waktu terakhir memang memberikan tekanan pada nilai Rupiah.

Namun, menurut dia dari pelemahan tersebut ada sisi positif yang akan didapatkan untuk APBN. "Kalau dari simulasi Kementerian Keuangan, rupiah melemah itu akan positif dari harga minyak dan gas," kata David saat dihubungi detikFinance, Rabu (15/8/2018).



Pemerintah saat ini juga sudah memiliki sejumlah langkah untuk menghalau gejolak nilai tukar. Misalnya dalam berbelanja pemerintah berhati-hati, seperti ada 500 produk import yang dibatasi atau tidak bisa masuk secara sembarangan.

"Mereka sudah ambil keputusan itu ya, jadi seharusnya tidak ada masalah karena sudah ada cara untuk mencegah," ujarnya.

David menambahkan, ada beberapa kalangan yang mempertanyakan angka asumsi APBN dan realisasi. Tak hanya kurs rupiah tapi juga harga minyak yang makin meleset.

"Banyak investor yang menanyakan asumsi yang meleset. Apakah ini akan ada perubahan? Tapikan untuk perubahan seharusnya di awal April. Yang pasti selama pemerintah tidak mengubah asumsi defisit itu tidak jadi masalah," ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTA menjelaskan salah satu yang paling jauh melampaui asumsi makro yang ditetapkan adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Realisasi sampai dengan Semester I-2018 adalah Rp 13.855 per dolar AS. Sementara suku bunga rata-rata satu semester sampai 31 Juli 2018 masih di 4,57%," ujar Sri Mulyani.



Ia mengatakan, harga minyak mentah sampai semester I-2018 rata-rata US$ 67 dolar per barel sedangkan realisasi lifting minyak 771.000 barel per hari.

"Lebih rendah dari angka APBN 800.000 barel per hari," ujarnya.


Saksikan juga video ' Washington-Ankara Memburuk, Pengaruhi Rupiah terhadap Dolar ':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed