Sugiharto: Pemerintah Tak Punya Uang untuk Buy Back Indosat

Sugiharto: Pemerintah Tak Punya Uang untuk Buy Back Indosat

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2005 14:59 WIB
Jakarta - Pungguk merindukan bulan. Itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan keinginan pemerintah membeli kembali atau buy back saham Indosat. Dana tak cukup, keinginan terlalu muluk.Menteri Negara BUMN Sugiharto memilih bersikap realistis soal buy back saham Indosat. Menurutnya, hal tersebut sulit dilakukan pada saat ini mengingat angka defisit APBN yang sedemikian besar."Terlalu dini untuk mengatakan itu. Pemerintah kan belum punya uang di tangan untuk membeli saham kembali," tegas Sugiharto yang ditemui usai rapat koordinasi perekonomian di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (5/8/2005).Di pasar sendiri isu buy back ini cukup simpang siur. Kabarnya STT Singapura yang kini menguasai 41,9 persen saham Indosat ingin melepas kepemilikannya. Sementara pemerintah Indonesia yang kini hanya menguasai 14,7 persennya sangat ingin menguasai kembali perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia ini.Keinginan pemerintah Indonesia untuk membeli kembali saham yang dilegonya Desember 2002 lalu itu dilontarkan oleh Wapres Jusuf Kalla. Namun tampaknya keinginan itu sulit tercapai mengingat defisit APBN 2005 diperkirakan mencapai 1 persen PDB atau sekitar Rp 26,184 triliun. Padahal untuk buy back Indosat diperkirakan menelan dana sekitar Rp 12 triliun.Pengamat pasar modal Dandossi Matram menyarankan, untuk mewujudkan keinginannya menguasai saham Indosat, pemerintah bisa 'meminjam tangan' BUMN lain seperti Jamsostek atau Dana Pensiun. "Rencana tersebut memang sangat sulit dilakukan di tengah masalah pembiayaan pemerintah yang mengalami defisit APBN. Tapi jika ini dianggap langkah yang penting dan strategis, seharusnya bisa dilakukan melalui anak perusahaan pemerintah seperti Jamsostek, Taspen atau dana pensiun BUMN," papar Dandossi. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads