Fortune Mate Rencanakan Right Issue Rp 400 Miliar
Senin, 08 Agu 2005 16:08 WIB
Jakarta - PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) memutuskan untuk right issue (penawaran umum terbatas) sebesar Rp 400 miliar dan membatalkan rencana spin off (pemisahan) perusahaan. Rencananya perseroan akan meminta persetujuan right issue kepada pemegang saham pada 2 September 2005 dan perdagangan saham right issue dilakukan 11-19 September 2005. Dana dari hasil right issue sebesar Rp 400 miliar akan digunakan untuk pengembangan bisnis properti di kawasan Surabaya, Jawa Timur. Demikian diungkapkan oleh Tjandra Mindharta Gozali, Presdir PT Fortune Mate Indonesia Tbk dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (8/8/2005). Rincian penggunaan dana right issue sebesar 27,1 persen atau Rp 108,4 miliar untuk pembebasan lahan. Sebesar 67,5 persen atau Rp 270,4 miliar untuk pematangan tanah dan sisanya 5,4 persen untuk biaya emisi dan sebagian prasarana. Menurut Tjandra, right issue yang dilakukan perseroan akan memakai pembeli siaga (standby buyer) yang memiliki reputasi bisnis properti. "MoU antara perseroan dengan pihak standby buyer sedang dalam proses," kata Tjandra. Dijelaskan, rencana spin off yang sudah disetujui dalam RUPSLB Agustus 2004 dibatalkan karena membutuhkan dana yang cukup besar. Rencananya untuk perusahaan properti akan dipisah tersendiri dengan membentuk perusahaan baru, di luar industri alas kaki dan investasi. Sedangkan untuk bidang usaha industri alas kaki ditiadakan karena belum memiliki prospek. "Prioritas perusahaan adalah merealisasikan usaha baru yaitu pengembangan perumahan," kata Tjandra. Kinerja perseroan per tahun 2004 mencatat penjualan Rp 40,934 miliar turun dibanding tahun 2003 sebesar Rp 297,790 miliar, karena produksi alas kakinya kalah dengan Cina. Sedangkan per triwulan satu 2005 perseroan belum membukukan penjualan karena tidak ada aktivitas operasional. Hal ini karena perseroan melakukan transisi perubahan kegiatan usaha dari alas kaki ke properti. Perseroan mencatat rugi bersih tahun 2004 sebesar Rp 58,223 miliar lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya Rp 36,944 miliar.
(qom/)











































