Asing Masih Kuasai Pasar Saham
Rabu, 10 Agu 2005 16:20 WIB
Jakarta - Investor asing masih terus mendominasi transaksi saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Hingga Juli 2005, investor asing masih menjadi pemain utama dengan menguasai 55 persen perdagangan. Masih dominannya asing menguasai saham-saham di Indonesia sampai membuat Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) mengambil tema 'Investor Domestik Sebagai Pilar Utama Pasar Modal' dalam peringatan 28 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. "Nilai transaksi saham harian saat ini mencapai Rp 2 triliun dengan pangsa pasar di BEJ sebesar Rp 810 triliun, di mana asing masih pemain utama di BEJ," kata Dirut BEJ Erry Firmansyah dalam jumpa pers ulang tahun ke-28 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/8/2005). Sedangkan dari sisi kepemilikan, menurut Dirut PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Benny Hariyanto penguasaan asing mencapai 70 persen dan lokal sebesar 30 persen. "Sejak Januari sampai Juli 2005 kepemilikan asing telah meningkat sebesar tujuh persen dibanding akhir tahun 2004," kata Benny. Kondisi ini berbeda dengan investasi di obligasi, yaitu investor lokal telah menjadi pemain utama dengan menguasai 93 persen pasar dan asing hanya sebesar 3 persen. Kepemilikan obligasi ini terutama dikuasai oleh reksa dana sebesar 39 persen, dana pensiun 22 persen serta asuransi dan bank sebesar 19 persen. Menurut Erry, untuk menjadikan investor domestik sebagai pilar utama pasar modal, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi dengan membidik investor potensial terutama di daerah. Saat ini jumlah investor saham diperkirakan sebesar 100 ribu nasabah, investor reksa dana sebanyak 300 ribu nasabah dan investor yang tidak tercatat namanya dalam rekening sekitar 100 ribu nasabah. "Jadi kalau ditotal saat ini, jumlah investor 500 ribu nasabah dan ini akan terus meningkat lagi karena banyak investor domestik yang potensial," kata Erry. Erry juga menjelaskan sepanjang tahun 2005 indeks harga saham gabungan (IHSG) telah mencapai level tertinggi 1186,614 pada 24 Juli 2005. Sistem perdagangan jarak jauh (remote trading) juga telah mencakup 41 Anggota Bursa (AB) dari total 124 AB yang ada di BEJ.
(qom/)











































