Recapital Tawarkan Reksa Dana Syariah Rp 3,5 Triliun

Recapital Tawarkan Reksa Dana Syariah Rp 3,5 Triliun

- detikFinance
Kamis, 11 Agu 2005 11:33 WIB
Jakarta - Manajer Investasi Recapital Asset Management menawarkan reksa dana syariah sebanyak 3,5 miliar unit (satu unit Rp 1.000) atau Rp 3,5 triliun. Reksadana Syariah yang diberi nama Reksadana Capital Syariah Fleksi menawarkan return (tingkat keuntungan) 12-15 persen per tahun dengan resiko investasi medium.Minimal investasi yang harus dikeluarkan investor di reksa dana ini sebesar Rp 1 juta. Untuk tahap awal, reksa dana ini telah dibeli oleh sponsor sebesar Rp 35 miliar. "Target Rp 3,5 triliun itu untuk jangka panjang, sedangkan sampai akhir tahun 2005 kita targetkan sebesar Rp 100 miliar," ujar Haryajid Ramelan, Fund Manager Recapital Asset Management, Kamis (11/8/2005). Haryajid menjelaskan, Reksa Dana Capital Syariah Fleksi mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional dan Keputusan Dewan Pengawas Syariah Capital Syariah Fleksi. Sedangkan kebijakan investasinya akan ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap, ekuitas maupun pasar uang baik jenis syariah maupun konvensional. "Apalagi saat ini terus bermunculan obligasi syariah dan diperkirakan akan semakin marak untuk kedepan nanti," kata Haryajid. Tercatat pasar ekuitas terutama pada Indeks Syariah (JII/Jakarta Islamic Index) setidaknya telah tumbuh 15 persen sejak periode Januari sampai Juli 2005. Sedangkan instrumen pasar uang syariah telah memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan instrumen pasar uang konvensional. Reksa dana ini menurut Haryajid dapat berinvestasi dengan rentang 5 hingga 75 persen dengan mempertimbangkan aspek kehati-hatian dengan imbal hasil yang baik. Total dana kelolaan reksa dana hingga Juli 2005 telah mencapai Rp 76,113 triliun. Sedangkan pertumbuhan reksa dana syariah sejak 2003 menurut Haryajid terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Namun dari sisi volume masih kecil jika dibandingkan reksa dana konvensional. "Kita akan membidik investor institusi yang lebih banyak selain investor individu," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads