Polytama Propindo Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Polytama Propindo Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

- detikFinance
Kamis, 11 Agu 2005 13:20 WIB
Jakarta - Perusahaan Petrokimia PT Polytama Propindo menerbitkan obligasi sebesar Rp 500 miliar yang terdiri dari obligasi konvensional Rp 300 miliar dan obligasi syariah ijarah Rp 200 miliar. Obligasi yang meraih peringkat A+ (single A plus) dari PT Kasnic Credit Rating Indonesia ini berjangka waktu lima tahun, dan rencananya akan dicatatkan di bursa efek 16 September 2005. Demikian disampaikan Dirut Polytama Honggo Wendratno dalam paparan publik di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/8/2005). Dijelaskan, seluruh dana dari hasil emisi obligasi akan digunakan untuk refinancing utang dalam bentuk bridging loan dari UOB sebesar US$ 45 juta yang dipinjam melalui anak perusahaannya PT Polytama International Finance BV. Sisa dana obligasi akan digunakan untuk melunasi sebagian utang ke Bank Mandiri yang mencapai US$ 68 juta. Honggo menambahkan, setelah refinancing, maka jumlah utang perseroan tidak turun mengingat yang dilakukan adalah pembiayaan kembali utang. Obligasi ini memberikan jaminan sebesar 110 persen dari pokok obligasi. Jaminan terdiri atas empat bidang tanah di wilayah Indramayu, Jabar, beserta bangunan, sarana pelengkap, mesin dan peralatan produksi, piutang dagang, kontrak asuransi dan reasuransi serta hak atas pembayaran maupun hak menerima penyerahan aset berdasarkan perjanjian off pick paraxylene, orthoxylene dan toluene dari PT Transpacific Petrochemical Indotama.Tingkat bunga yang diberikan kepada investor pada kisaran 14-14,75 persen, dan tingkat bunga syariah ekuivalen dengan obligasi konvensional. Namun tepatnya bunga obligasi baru akan diumumkan setelah selesainya book building pada 11-19 Agustus 2005. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Danareksa Sekuritas dan UOB Kay Hian Securities dengan wali amanat PT Bank Permata Tbk.Polytama telah menyelesaikan restrukturisasi di BPPN pada Februari 2004. Saat ini 70 persen sahamnya dimiliki oleh PPA melalui PT Tuban Petrochemical Industries. Pada tahun 1997, perseroan pernah menerbitkan obligasi US$ 200 juta. Akibat krisis, obligasi itu mengalami default pada tahun yang sama. Namun sudah direstrukturisasi BPPN. "Dengan adanya kepemilikan PPA, kita optimis investor akan percaya terhadap obligasi ini," ujar Honggo.Perseroan saat ini memroduksi polypropilene (200 ribu ton) yang kapasitas produksinya sudah penuh. Seluruh produksi perusahaan dijual untuk pasar lokal. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads