Follow detikFinance
Rabu, 12 Sep 2018 20:21 WIB

Ini Capaian Pahala Mansury Selama Memimpin Garuda Indonesia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian BUMN Foto: Dok. Kementerian BUMN
Tangerang - Pahala N Mansury dicopot dari posisi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Posisinya digantikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara yang sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Pelindo III (Persero).

Lantas, apa saja capaian Pahala di Garuda?

Pahala mengklaim, di bawah kepemimpinannya mampu menekan kerugian perseroan sampai 60%. Pahala sendiri menjabat sebagai bos Garuda sejak April 2017 atau sekitar 17 bulan.

"Saya rasa dari sisi kinerja, sebetulnya kita kan baik ya. Dalam setahun ini kita bisa menurunkan tingkat kerugian sampai dengan 60%. Kemudian juga terutama di saat ini biaya bahan bakar itu naik secara yoy kalau lihat harga minyak itu kan naiknya 50%. Kalau kita lihat biaya di Garuda bisa dijaga relatif lama dibandingkan dengan tahun sebelumnya," jelasnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Tangerang, Banten, Rabu (12/9/2018).


Hal itu, kata dia, tak lepas dari negosiasi ulang dari penyewaan maupun pabrikan-pabrikan mesin maupun pesawat.

"Tentunya salah satunya adalah hasil renegosiasi dari leasing pesawat dan renegosiasi yang lain lain termasuk juga ada beberapa kasus-kasus yang kita bicarakan dengan pihak pabrikan baik itu engine maupun pesawat. Itu ya yang betul-betul pencapaian yang kita capai dalam kurun waktu 17 bulan," ungkapnya.

Dia menambahkan, kinerja anak usaha juga terus membaik. Dia bilang, kontribusi anak usaha mencapai 26%.

"Selain itu juga perbaikan kinerja perusahaan anak. Khususnya Citilink kalau kita lihat dalam beberapa khususnya di 2018 ini kinerja terus meningkat dan juga perusahaan anak lainnya kontribusi perusahaan anak kita meningkat sampai 26%," terangnya.


Dari sisi operasional, ketepatan waktu Garuda Indonesia juga membaik. Di bawah kepemimpinannya, ketepatan waktu Garuda rata-rata berada di peringkat 7 hingga 15 di seluruh dunia.

"Jadi di saat kita bisa melakukan upaya efisiensi tentunya juga bisa juga betul-betul kita jaga kualitas operasional kita dan juga ketepatan penerbangan kita bulan Juli-Agustus itu rata-rata di rangking 7-15 di seluruh dunia," ungkapnya.

Lantas, apa alasan Pahala diganti? Menurutnya, pertanyaan itu sebaiknya ditanyakan ke pemegang saham. "Saya rasa mungkin itu ditanyakan pemegang saham," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed