Follow detikFinance
Rabu, 12 Sep 2018 21:44 WIB

Ini Strategi Ari Askhara Tekan Kerugian Garuda Indonesia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Tangerang - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang baru I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara menargetkan kerugian bisa ditekan ke bawah US$ 100 juta di akhir 2018. Dia mengatakan, cara yang dilakukan untuk menekan rugi ialah melakukan negosiasi ulang terkait sewa pesawat.

"Pasti kita akan merenegoisasi khususnya untuk existing flight, narrow body dan wide body untuk memperpanjang masa sewa. Jadi cost per month-nya akan turun," kata dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Tangerang, Banten, Rabu (12/9/2018).


Meski begitu, dia belum bisa menargetkan berapa besar dampak dari negosiasi ulang tersebut.

"Saya belum punya gambaran, tapi biasanya mereka nggak bisa banyak turunnya minimum 10-20%," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, dalam sebulan ini akan fokus melakukan negosiasi ulang pada tiga pemilik pesawat (lesser). Jumlah tersebut memang tidak banyak, namun dia mengatakan, terpenting ialah menekan biaya perseroan.

"Fokus dalam sebulan ini tiga lesser besar, nggak usah terlalu banyak tapi kita fokus yang memberikan impact signifikan kepada cost kita," ujarnya.


Selain itu, Garuda Indonesia juga akan mencari rute-rute potensial untuk mendorong kinerja.

"Yang pasti bagaimana meningkatkan pariwisata, ceruk-ceruk pasar di China, Jepang saya lihat data Jepang cukup bagus, tiga minggu lalu saya ke Jepang saya coba first class penuh semua. Sekarang trust, karena penumpang Jepang senangnya detail dan komitmen," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed