Sari Husada Takkan Go Private

Saham Publik Hanya 3,99%

Sari Husada Takkan Go Private

- detikFinance
Jumat, 12 Agu 2005 16:47 WIB
Jakarta - Meski kepemilikan publik hanya 3,99 persen, PT Sari Husada Tbk (SHDA) tidak berencana menjadi perusahaan tertutup (go private dan tetap akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Saat ini saham Sari Husada dikuasai oleh Nutricia International BV (Royal Numico NV) yang memiliki 94,8 persennya. Numico menambah kepemilikan sahamnya setelah membeli saham milik Johnny Widjaja sebesar 5 persen dan keluarga Widjaja lainnya sebesar 8,5 persen pada harga Rp 3.500 per saham. Sisa saham lainnya sebesar 1,21 persen dimiliki oleh direksi dan komisaris. "Belum ada rencana go private dari perusahaan. Ini juga sudah ditegaskan oleh kuasa hukum dari Numico," kata Dirut PT Sari Husada Tbk Budi S Isman dalam paparan publik yang berlangsung di Gedung BEJ, Jumat (12/8/2005). Mengenai kemungkinan Numico membeli saham publik, Budi mengaku belum mengetahuinya. Sebelumnya Numico menyatakan, jika ada transaksi di kemudian hari, Numico menjamin akan menghargai saham milik pemegang saham lain dengan harga yang sama yakni Rp 3.500 per saham. "Setahu saya tidak ada pernyataan akan melakukan tender offer," katanya. Sari Husada akan melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 9 September 2005 untuk mengangkat direktur keuangan baru dan komisaris, setelah pengunduran diri Peter Kroes dan Johnny Widjaja, masing-masing sebagai Komisaris Utama dan anggota Komisaris. Posisi Johnny Widjaja akan diisi oleh Niraj Mehra, sedangkan Gerrit Keyaerts menjabat komisaris utama menggantikan Peter kroes. Harga Jual Budi juga menjelaskan, perseroan secara bertahap telah menaikkan harga jual karena meningkatnya biaya produksi akibat pengaruh fluktuasi kurs, dan BBM. Kenaikan pertama dilakukan pada Maret 2005 dan kedua pada Juli 2005, masing-masing sebesar 2 persen. "Kita tidak bisa menaikkan harga sekaligus karena pangsa pasar perusahaan itu kelas menengah kebawah," kata Budi. Untuk tahun 2005, Sari Husada menganggarkan biaya investasi (capital expenditure/capex) sebesar Rp 25 miliar. Ke depan, capex akan bertambah seiring meningkatnya produksi dan distribusi. Saat ini pengadaan distribusi produk Sari Husada dilakukan oleh PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) yang merupakan afiliasinya. Namun Numico juga telah melepas kepemilikan sahamnya sebesar 15,58 persen di Tigaraksa Satria. Meski Numico tidak memiliki saham lagi di Tigaraksa Satria, namun menurut Budi hingga tahun 2008 Tigaraksa tetap akan mendistribusikan produk perseroan sesuai kesepakatan kontrak. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads