Lippo Karawaci Jual Aset di Luar Negeri Nyaris Rp 3 T

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 18 Sep 2018 18:06 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan divestasi atas asetnya di luar negeri dengan nilai total 202 juta dolar Singapura untuk memperkuat likuiditas perusahaan. Angka itu setara dengan Rp 2,98 triliun dengan kurs Rp 10.800 per 1 dolar Singapura.

LPKR telah menandatangani perjanjian pengikatan pembelian saham (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) dengan OUE Limited (OUE) dan OUE Lippo Healthcare Limited (OUELH) untuk mengambil alih kepemilikan di Bowsprit Capital Corporation Limited.

OUE nantinya akan mengambil 60% kepemilikan di manager FIRST Real Estate Investment Trust (REIT) itu dan sisanya diambil alih oleh OULEH. Bowsprit Capital sendiri memilki 7% saham First Real Estate Investment Trust (REIT) yang tercatat di Singapura dengan total nilai 99 juta dolar Singapura.



Disamping itu, Bridgewater International Limited, anak perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung oleh LPKR, juga menandatangani Perjanjian Pengikatan Pembelian Unit (Conditional Unit Purchase Agreement/CUPA) dengan OLH Healthcare Investments Pte. Ltd. anak perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung oleh OUELH.

OLH Healthcare akan mengakuisisi 10,6% kepemilikan FIRST REIT dari Bridgewater International Limited, senilai 103 juta dolar Singapura.Proses untuk Dokumen-dokumen Transaksi diharapkan dapat selesai pada akhir
Nopember 2018.

Setelah Dokumen-dokumen transaksi ini, kepemilikan LPKR atas unit di First REIT akan berkurang dari 28,2% menjadi 10,6%.

"Kami dengan senang mengumumkan rencana divestasi aset ini dilaksanakan pada saat yang tepat, sehingga likuiditas LPKR meningkat secara substansial. Dana senilai SGD 202 juta akan memperkuat neraca serta meningkatkan arus kas LPKR," kata Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/9/2018).


Ketut mengatakan, dana tersebut akan digunakan terutama untuk keperluan umum perusahaan. Salah satunya pengembangan proyek perkotaan yang dikerjakan perusahan.

"Saya sangat senang karena dana tersebut dapat menambah kapabilitas finansial LPKR dalam memberikan komitmennya kepada para pemangku kepentingan. Untuk kepentingan bersama dalam mewujudkan visi perusahaan menjadi salah satu pengembang kota mandiri terkemuka di Indonesia," tambahnya. (das/dna)