Follow detikFinance
Jumat, 21 Sep 2018 14:43 WIB

Ketegangan AS-China Mereda, BI Optimistis Rupiah Membaik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Bank Indonesia (BI) optimistis dalam beberapa waktu ke depan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan stabil dan lebih baik.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki kecenderungan terapresiasi dan menguat. Dia menjelaskan kecenderungan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, misalnya risiko di pasar keuangan global saat ini sudah mulai mereda.

"Pasar keuangan global sudah mulai membaik, terkait ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China sudah mereda," kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (21/9/2018).


Dia menambahkan, saat ini banyak investor global melalui fund managernya menganalisis jika dampak dari perang dagang tersebut tidak baik untuk ekonomi AS. Hal ini menyebabkan, para investor mulai kembali ke emerging market.

"Mereka melihat perang dagang itu tidak baik, jadi mereka mulai menginvestasikan kembali ke berbagai negara emerging market. Jadi portofolio yang sudah ditarik dari emerging market, kembali lagi," ujar dia.

Perry menjelaskan, saat ini arus modal asing yang masuk ke Indonesia sudah mulai membaik. Dari lelang surat berharga negara (SBN) sudah ada arus inflow yang lebih besar pula di pasar sekunder.

Kemudian investor domestik dan global juga sudah mulai confidence dengan langkah kebijakan yang diambil oleh BI. "Investor besar seperti Singapura, London, New York mereka confidence kalau ekonomi Indonesia kuat, apalagi mereka melihat kebijakan yang ditempuh Indonesia," imbuh dia.


Seperti kebijakan moneter yang preventif, pendalaman pasar valas yang terus dilakukan, kebijakan fiskal yang prudent maupun langkah konkret pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan.

Hal ini dipandang merupakan langkah yang baik dan memiliki prospek lebih menjanjikan dibanding kebijakan di sejumlah emerging market lain.

"Karena itu, dalam kesempatan ini kami berterima kasih kepada pemerintah, koordinasi pemerintah dan BI cukup kuat dan itu akan terus dilakukan," jelas dia.



Saksikan juga video 'Ketegangan Perang Dagang AS-China, Beijing Balas Naikkan Tarif':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed