Harga Minyak Turun di Bawah US$ 64, Pasar Saham Bergairah

Harga Minyak Turun di Bawah US$ 64, Pasar Saham Bergairah

- detikFinance
Kamis, 18 Agu 2005 09:36 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia secara perlahan turun hingga di bawah US$ 64 per barel. Pasar saham pun bergairah merespons sehingga sejumlah bursa utama dunia langsung menguat.Harga minyak mentah di New York Mercantile Exchange, Rabu (17/8/2005) turun hingga US$ 2,83 dolar, yang merupakan penurunan terbesar sejak Desember, ke level US$ 63,25 per barel. Angka ini berarti turun hingga 5 persen saat harga minyak mencapai level US$ 67.10 pada pertengahan perdagangan Jumat, 12 Agustus lalu. Di London, minyak jenis Brent untuk kontrak Oktober juga turun 2,52 dolar ke level US$ 62,56.Para pialang minyak melakukan aksi ambil untung setelah keluarnya data-data terbaru yang menunjukkan bahwa permintaan BBM dari AS mulai berkurang. American Petroleum Institute melaporkan, pasokan bensin turun 0,8 persen selama Juli. Sementara total pasokan BBM domestik turun 3 persen."Ini memberi sinyal bahwa ketakutan atas melonjaknya permintaan mungkin tidak terbukti," kata analis dari Fimat, John Kilduff, seperti dilansir AP, Kamis (18/8/2005).Merespons turunnya harga minyak tersebut, Wall Street langsung bergairah. Tercatat Dow Jones Industrial Average naik 37,26 poin (0,35 persen) ke 10.550,71, Nasdaq naik 8,09 poin (0,38 persen) ke level 2.145,15. Demikian pula Nikkei Jepang dibuka langsung menguat hingga 0,4 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads