Rupiah Melemah, Bank Dunia: Ada Peluang untuk Genjot Ekspor

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 04 Okt 2018 16:45 WIB
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terjadi lagi. Bahkan dolar AS sempat menyentuh level Rp 15.194 hari ini.

Menurut World Bank (Bank Dunia) pelemahan nilai tukar rupiah tidak seluruhnya berdampak negatif pada perekonomian Indonesia. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah bisa mendorong nilai ekspor.

"Ada banyak peluang bahkan di kondisi ketidakpastian ini untuk menumbuhkan ekspor," kata Kepala Ekonom World Bank untuk Indonesia Frederico Gil Sander di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/10/2018).


Sander menyarankan agar pemerintah Indonesia lebih aktif menarik investasi asing yang berorientasi ekspor. Menurutnya Indonesia masih menarik di mata investor karena memiliki pasar yang besar.

Indonesia juga bisa menjadi tempat investasi bagi perusahaan yang memproduksi barang untuk kelas menengah. Menurutnya pangsa pasar untuk masyarakat kelas menengah cukup besar saat ini di wilayah Asia.

"Ada banyak perusahaan kelas menengah yang berasal dari China, Vietnam, India. Kemudian Indonesia bisa membuat sepatu, mobil, seluruh mebel. Mereka juga ingin datang dan mengunjungi Indonesia sebagai turis. Ada banyak peluang bahkan di lingkungan ketidakpastian ini untuk menumbuhkan ekspor," tambahnya.


Intinya, kata Sander, Indonesia harus lebih terbuka dalam masuknya arus investasi asing khususnya berorientasi ekspor. Hal itu juga bisa menyembuhkan neraca dagang Indonesia yang defisit.

"Ada beberapa masalah yang sebenarnya juga memberikan dampak positif," tutupnya. (das/ara)