BBJ Optimistis Raih Laba Rp 4 M

Tahun 2005

BBJ Optimistis Raih Laba Rp 4 M

- detikFinance
Kamis, 18 Agu 2005 13:08 WIB
Jakarta - Pelan tapi pasti seperti itulah kinerja Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Setelah merugi pada awal operasionalnya, sejak berdirinya BBJ Desember 2000, kini perusahaan mulai mencatat kenaikan keuntungan. Untuk tahun 2005 BBJ menargetkan laba bersih Rp 3,5-Rp 4 miliar. Sedangkan pada tahun 2004 laba bersih yang diperoleh Rp 2,065 miliar. Optmisme pencapaian tersebut setelah melihat capaian selama semester I-2005 yang berhasil meraih laba Rp 2,2 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 170,4 juta.Dari sisi pendapatan operasional, selama semester I-2005 BBJ mencapai Rp 6,3 miliar, atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,6 miliar. "Kalau melihat pencapaian semester satu kita optimis sampai akhir tahun laba bersih bisa sebesar Rp 3,5-4 miliar," kata Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud dalam jumpa pers di PT Dea U-Trade Futures Gedung BII Jl. MH Thamrin Jakarta, Rabu (18/8/2005).BBJ juga telah mampu mencapai transaksi satu juta lot pada Juli 2005. Sampai akhir tahun transaksi perdagangan diperkirakan bisa mencapai dua juta lot, terutama setelah maraknya transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) yang mulai diimplementasikan 1 Juli 2005."Semula kita menargetkan 6000 lot per hari tapi ini sudah terlampaui per juli saja mencapai 9.000 lot per hari. Sehingga pada akhir tahun kita optimis bisa mencapai 2 juta lot transaksi," kata Hasan.Diakui Hasan, kontribusi pendapatan BBJ saat ini 90 persen berasal dari transaksi keuangan dan sisanya dari transaksi non keuangan seperti olein dan emas. Untuk tahun 2006 Hasan memperkirakan kondisinya tetap sama. Bahkan menurutnya, transaksi keuangan bisa mencapai 100 persen karena animo investor dan penyelenggara lebih besar ke sektor tersebut.Mengenai transaksi SPA hingga saat ini sudah ada 16 penyelenggara yang mendapat ijin dari Bappebti. Namun baru 11 penyelenggara yang sudah beroperasi. "Kita minta yang sudah dapat ijin bisa beroperasi selambat-lambatnya September 2005," katanya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads