Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Okt 2018 16:39 WIB

Dolar AS Masih Tinggi, JK: Ada Masalah dari Luar dan Dalam

Rina Atriana - detikFinance
Foto: Jusuf Kalla (Noval/detikcom) Foto: Jusuf Kalla (Noval/detikcom)
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di angka Rp 15.274 sore ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berkomentar soal pelemahan rupiah tersebut.

"Ya rupiah memang melemah. Sekarang hari ini Rp 15.200 sekian. Itu tentu ada juga masalah dari luar. Ada juga masalah dari dalam. Jadi dua-duanya," tutur JK di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018).

"Kalau masalah dari luar kita tidak bisa apa-apa. Karena itu kebijakan perang dagang macam-macam. Dari dalam kira perbaiki kurangi impor kita. Menaikkan ekspor kita. Itu aja, lainnya tidak ada," jelasnya.


Ditanya apakah melemahnya rupiah ada dampak dari bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, JK tak menjawab gamblang. Menurutnya, Bank Indonesia (BI) akan melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah.

"Pertama kalau masih bisa diintervensi oleh BI ya diintervensi BI. Kalau tidak bisa ya pemerintah seperti menghemat impor mengurangi ini mengurangi itu, hanya itu," ujar JK.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan nilai tukar dolar AS ini akan terus bergerak ke satu titik ekuilibrium baru seiring langkah The Fed yang akan menaikkan suku bunganya beberapa kali di tahun depan.

"Normalnya ekuilibrium belum tercapai karena yang dikatakan Powel (Gubernur The Fed) akan berlangsung sampai tahun depan," kata Sri Mulyani di Bali, Senin (8/10).

Nilai tukar dolar AS yang hampir menyentuh Rp 15.300 ini juga dipicu data perekonomian negeri Paman Sam sendiri yang terus membaik dan perkembangannya sangat cepat, khususnya kenaikan imbal balik (yield) pada obligasi 10 tahun yang bunganya sudah 3,4%. (rna/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed