PLN Diminta Jual Obligasi Ritel
Jumat, 19 Agu 2005 13:34 WIB
Jakarta - Investor ritel tak lama lagi bisa membeli obligasi dengan harga yang lebih murah di pasar perdana atau saat emiten menerbitkan obligasi. Selama ini obligasi ritel baru bisa dibeli di pasar sekunder.Untuk merealisasikan itu, Bursa Efek Surabaya (BES) akan meminta emiten yang akan melakukan emisi obligasi dalam semester dua ini seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT U-Finance menjual obligasi ritel Rp 5 jutaan pada penawaran perdananya."Kita akan bertemu PLN dan meminta mereka menjual obligasi ritel dalam penawaran perdana obligasinya," kata Direktur BES Guntur Pasaribu, di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (19/8/2005).BES memang telah memfasilitasi perdagangan obligasi ritel dengan harga yang terjangkau bagi investor ritel seperti Rp 1 juta sampai Rp 10 juta. Namun perdagangan obligasi ritel itu baru terjadi di pasar sekunder atau ditawarkan setelah emiten tercatat di BES."Tapi untuk yang akan menerbitkan obligasi dalam waktu dekat, kita minta untuk dijual ritel sejak penawaran perdanannya," kata Guntur.PLN berniat menerbitkan obligasi sekitar Rp 1,7 triliun yang dananya akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan terminal gas alam cair (liquefied natural gas/ LNG) senilai US$300 juta dan pembangkit tenaga listrik baru.Sedangkan PT U-Finance Indonesia akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 200 miliar sekitar akhir September atau awal Oktober 2005.Menurut Guntur, selain dua perusahaan itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk juga berencana menerbitkan obligasi tahun ini sekitar Rp 1,5-Rp 1,7 triliun. Sepanjang semester I-2005 jumlah emiten baru yang mencatatkan obligasi di BES mencapai 19 emiten dengan nilai Rp 9 triliun. Hingga akhir tahun 2005, BES menargetkan 25 emiten baru yang melakukan emisi obligasi dengan nilai Rp 15 triliun.
(qom/)











































