Aburizal Minta Masalah Kredit Macet Kiani Selesai 2007
Jumat, 19 Agu 2005 14:42 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie meminta, masalah kredit macet yang kini masih membelit PT Kiani Kertas bisa rampung pada tahun 2007. Utang Kiani sebesar Rp 1,7 triliun ke Bank Mandiri nantinya akan menjadi beban investor baru yang akan mengambil Kiani.Aburizal mengakui, masalah Kiani saat ini masih terus dibahas oleh Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK). "Tapi KKSK masih menungu langkah yang akan diambil Bank Mandiri, belum ada keputusan. Terserah Bank Mandiri. Yang penting bagi KKSK memutuskan berdasarkan usulan," kata Aburizal di Gedung Depkeu, Jumat (19/8/2005).Aburizal juga berharap Kiani bisa mencicil utangnya sesuai kemampuan operasionalnya. "Kalau cicilan kan ada aturannya. Tergantung pada uang yang dibayar. Kalau utangnya kecil, maka cicilannya kecil. Tapi jangka waktunya tidak bisa diubah," tegas Aburizal. Sejumlah investor dikabarkan berminat mengambil alih Kiani. Kabar terakhir, perusahaan asal Singapura yang juga bergerak dalam industri pulp (bubur kertas) United Fiber System (UFS) dikabarkan akan masuk. Sebelumnya, JP Morgan yang merupakan kreditor Kiani juga sempat dikabarkan akan mengambil alih perusahaan ini.
(qom/)











































