Follow detikFinance
Jumat, 12 Okt 2018 17:03 WIB

IHSG Betah di Zona Hijau Jelang Akhir Pekan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup di zona hijau pada level 5.756,490. Penguatan berlanjut setelah jeda siang.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di level Rp 15.209.

Pada perdagangan pre opening, IHSG dibuka hijau atau naik 19,665 poin (0,34%) ke 5.722,487. Indeks LQ45 juga naik 0,55% ke 898,546.

Membuka perdagangan, Jumat (12/10/2018), IHSG melanjutkan penguatan. IHSG naik 45,925 poin (0,81%) ke 5.748,868. Indeks LQ45 juga naik 1,16% ke 903,980.


Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih melanjutkan penguatan. IHSG naik 50,939 poin (0,89%) ke 5.753,313.

Memasuki jeda siang, IHSG masih melanjutkan penguatan. IHSG naik 55,58 poin (0,97%) ke 5.758,40. Sementara indeks LQ45 naik 1,29% ke 905,219.

Menutup perdagangan sore ini, IHSG menguat ke level 5.756,490 atau naik 53,668 poin (0,94%).

Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam teritori negatif pada perdagangan Kamis (11/09). Indeks Dow Jones turun 2.13%, S&P melemah 2.06%, dan Nasdaq terkoreksi 1.25%.

Pelemahan tersebut terjadi seiring kekhawatiran pelaku pasar jelang musim laporan keuangan kuartal ketiga, di mana investor bersiap untuk melihat dampak kebijakan atas kenaikan suku bunga dan konflik perdagangan yang diperkirakan memberikan sentimen negatif.


Bursa saham Asia juga bergerak positif sore ini. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 naik 0,46% ke 22.694,660
  • Indeks Hang Seng naik 2,12% ke 25.801,490
  • Indeks Komposit Shanghai naik 0,91% ke 2.606,910
  • Indeks Strait Times naik 0,71% ke 3.069,170
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Bayan Resources (BYAN) naik Rp 575 ke Rp 19.675, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 525 ke Rp 23.250, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 450 ke Rp 6.050, dan Indocement Tunggal Prakasa naik Rp 425 ke Rp 16.900.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 74.275, Danasupra Erapacific (DEFI) turun Rp 260 ke Rp 990, Sona Topas Tourism Inds (SONA) turun Rp 250 ke Rp 4.950, dan Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 175 ke Rp 5.200. (ara/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed