Masalah Dividen Selesai, BEJ Segera Cabut Suspensi Suryainti
Selasa, 23 Agu 2005 13:05 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) akhirnya menyetujui pembagian dividen saham oleh PT Suryainti Permata Tbk (SIIP). Dengan selesainya masalah pembagian dividen ini, BEJ selanjutnya akan mencabut suspensi saham Suryainti pada perdagangan Rabu (24/8/2005) besok. Saham Suryainti sudah disuspensi sejak 30 Juni 2005.Bapepam telah menetapkan sanksi administrasi berupa denda karena belum dipenuhinya ketentuan administratif no. 14 dan 15 atas Peraturan Bapepam No.IX.D.5 tentang saham bonus. "Agar pembagian dividen dapat dilaksanakan, perseroan telah menyetujui sanksi administrasi berupa denda dan telah melakukan pembayaran lunas," kata Direktur Utama SIIP, Henry J Gunawan dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (23/8/2005).Menurut Henry, dengan diperolehnya keputusan Bapepam tersebut, maka pembagian dividen saham dapat diselesaikan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 45 hari sejak 4 Agustus 2005. Berdasarkan RUPS dan RUPSLB pada 28 Juni 2005 dividen yang dibagikan sebanyak 150.248.724 lembar atau dengan rasio 6:1, yakni tiap enam lembar pemegang saham akan mendapat hak satu lembar dividen saham. "Pembagian dividen saham ini mendesak dilakukan karena perseroan telah tiga tahun berturut-turut tidak membagi dividen," kata Henry.Penetapan harga saham untuk menentukan dividen saham menggunakan harga pasar penutupan satu hari sebelum RUPS yakni pada harga Rp 380 per saham. Penetapan harga inilah yang dipertanyakan Bapepam, karena nilainya dibawah nilai nominal perusahaan. Perusahaan memiliki dua nilai nominal yakni untuk saham seri A sebesar Rp 500 dan saham seri B Rp 200 per saham.Namun akhirnya perseroan memutuskan untuk menggunakan harga pasar untuk menyiasati masalah tersebut."Masalah ini sudah selesai dan kita telah melakukan paparan publik. Seperti yang direncanakan, saham ini akan dibuka suspensinya setelah dilakukan paparan publik dan akan dibuka oleh BEJ Rabu besok," kata Henry.Hingga akhir tahun 2005 perusahaan properti yang berbasis di Surabaya ini menargetkan laba bersih Rp 80 miliar dan penjualan Rp 180 miliar. Untuk angka penjualan, targetnya relatif sama dengan tahun yang 2004 yang membukukan penjualan Rp 180,044 miliar dengan laba bersih Rp 55,202 miliar.Sedangkan hingga semester I-2005, penjualan mencapai Rp 85 miliar dengan laba bersih Rp 40 miliar. Perseroan memiliki tanah seluas 800 hektar dan yang baru digunakan sebanyak 200 hektar.
(qom/)











































