Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Okt 2018 18:31 WIB

Telkom Optimistis Kinerja Keuangan Membaik, Ini Sebabnya

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meyakini kinerja perseroan mulai membaik di kuartal III tahun ini. Sebelumnya perusahaan memang tengah menghadapi permasalahan akibat kebijakan registrasi kartu prabayar sertab menurunnya kinerja telepon dan SMS (legacy business).

Direktur Keuangan Telkom Harry M Zein menjelaskan pada semester I-2018, kinerja Telkom memang menukik cukup parah. Laba bersih perseroan turun 26,06% menjadi Rp 12,94 triliun.

Namun, ia menjabarkan jika dilihat secara kuartalan, laba bersih perseroan dari kuartal I-2018 ke kuartal II-2018 anjlok 48,3% dari Rp 5,7 triliun menjadi Rp 2,9 triliun. Namun jika dibandingkan dengan kuartal-2018 saja laba bersih perseroan naik kembali 86,7% menjadi Rp 5,5 triliun.

Begitu juga dari sisi pendapatan, dari kuartal I-2018 ke kuartal II-2018 tercatat turun 1% dari Rp 32,2 triliun menjadi Rp 32,0 triliun. Saat masuk ke kuartal III-2018 kembali naik 8,8% menjadi Rp 34,8 triliun.

"Jadi yang terjadi dengan performance Telkom bukan yang aneh, bahkan kalau dibandingkan dengan regional kita masih menjadi salah satu yang terbaik," ujarnya di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Senin (28/10/2018).


Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi menambahkan, dari sisi bisnis selular Telkomsel juga sudah menunjukkan gejala perbaikan. Beban dari kebijakan registrasi kartu sudah selai, meskipun masih ada beban dari legacy business.

"Kita pun data ini sudah mulai recovery. Dari kualitas pelanggan kita telah selesai sim card registration, tapi masih ada legacy. Kalau dari rasio keuangan kira-kira saat ini revenue dari legacy 36%," ujarnya.

Dari sisi bisnis mobile Telkomsel jika dilihat secara kuartalan juga naik. Laba bersih dari kuartal II-2018 ke kuartal III-2018 naik 24% dari Rp 5,3 triliun menjadi Rp 6,6 triliun.


Heri menegaskan, seiring berjalannya waktu porsi dari business legacy akan terus menurun. Menurutnya tahun depan porsinya hanya tinggal sepertiga dari pendapatan.

Melihat kondisi perbaikan tersebut, Harry yakin bisnis Telkom secara konsolidasian hingga akhir tahun akan membaik. Dia targetkan pendapatan di tahun ini akan mencapai di bawah 10%.

"Kita harapkan revenue bisa tumbuh middle single digit," tutupnya. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed