Kepanikan Melanda Pasar Saham, IHSG Anjlok Lebih 3 Persen

Kepanikan Melanda Pasar Saham, IHSG Anjlok Lebih 3 Persen

- detikFinance
Rabu, 24 Agu 2005 12:37 WIB
Jakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah hingga mencapai level Rp 10.185 per dolar AS membuat pelaku pasar di lantai bursa panik. Akibat panic selling, IHSG pada sesi I perdagangan Rabu (24/8/2005) anjlok 3 persen lebih yakni 33,985 poin pada level 1.032,107.Investor saham terlihat panik dengan terus melepas portofolio sahamnya setelah rupiah terus meluncur menjauhi level Rp 10.000 per dolar AS.Indeks LQ 45 turun 7,968 poin pada level 224,610, JII turun 6,485 poin pada level 173,158. Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi 10.998 kali pada volume 1.834.213 lot saham senilai Rp 783,894 miliar. Hanya 6 saham yang naik dan sisanya 128 saham turun dan 228 saham stagnan. Saham unggulan yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 menjadi Rp 10.500, Indosat (ISAT) turun Rp 250 menjadi Rp 5.050, PGN (PGAS) turun Rp 200 menjadi Rp 3.150, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 4.850, Astra International (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 10.100. Sedang saham yang masih mampu naik antara lain Astra Otopart (AUTO) naik Rp 50 menjadi Rp 2.850, Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) naik Rp 10 menjadi Rp 910 dan Tunas Baru Lampung (TBLA) naik Rp 5 menjadi Rp 185.Menurut Alfiansyah, analis dari Sinar Mas Sekuritas, kondisi pasar saat ini masuk dalam kondisi ketidakpastian yang cukup besar. Akibatnya, investor mengalami panic selling. Ketidakpastian ini terutama dipicu oleh terus melemahnya rupiah disamping sejumlah ketidakpastian lainnya seperti kenaikan BBM dan listrik yang bakal memicu kenaikan inflasi dan suku bunga.Pada perdagangan sesi II, Alfiansyah memperkirakan IHSG masih akan mengalami tekanan karena pasar tidak kunjung mendapatkan sentimen positif apa pun. Ia juga menduga penurunan indeks juga terjadi karena adanya pengalihan investor yang bermain ke pasar uang. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads