Dana Lari ke Pasar Uang, IHSG Sempat Anjlok 54,514 Poin
Rabu, 24 Agu 2005 16:38 WIB
Jakarta -
Larinya dana investor pasar modal ke pasar valas membuat pasar saham kian merana. IHSG pun terus merosot dan sempat mencatat penurunan terbesar hingga 54,514 Poin.Namun akhirnya IHSG pada perdagangan Rabu (24/8/2005) turun 30,647 poin (2,87%) pada level 1.035,445. Investor saham mengalami panic selling setelah meningkatnya ketidakpastian di pasar modal. Menurut Alfiansyah, analis dari Sinar Mas Sekuritas, risiko ketidakpastian tersebut mencakup beberapa hal seperti melemahnya rupiah, kenaikan suku bunga, ancaman inflasi dan rencana kenaikan BBM.Selain itu terus turunnya cadangan devisa yang diperkirakan akhir tahun hanya mencapai US$ 32 miliar menambah sentimen negatif di pasar.Indeks LQ 45 turun 5,931 poin pada level 226,647, JII turun 4,165 poin pada level 175,478, MBX turun 7,447 poin pada level 280,625 dan DBX turun 10,064 poin pada level 219,457.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 23.585 kali pada volume 4.888.024 lot saham senilai Rp 1,874 triliun. Sebanyak 15 saham naik, 155 saham turun dan 192 saham stagnan.Saham-saham sektor infrastruktur dan pertambangan mendominasi posisi top loser seperti Semen Gresik (SMGR) turun Rp 1.200 menjadi Rp 15.900, PGN (PGAS) turun Rp 175 menjadi Rp 3.175, Indosat (ISAT) turun Rp 150 menjadi Rp 5.150, Citra Marga Nusaphala Persada turun Rp 150 menjadi Rp 760, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 100 menjadi Rp 3.025 dan Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 4.950.Sedangkan saham yang naik harganya Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 75 menjadi Rp 2.875, BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 3.325, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 25 menjadi Rp 3.850, Bank Lippo (LPBN) naik Rp 20 menjadi Rp 5.150, Clipan Finance (CFIN) naik Rp 10 menjadi Rp 295.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































