Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada pada level Rp 14.650, jauh lebih rendah ketimbang posisi kemarin sore di Rp 14.824.
Pada perdagangan pre opening, IHSG dibuka menguat 18,28 poin (0,31%) ke 5.942,223. Indeks LQ45 naik 5,412 poin (0,57%) ke 949,538.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dolar AS Keok, IHSG Dibuka Menguat |
Membuka perdagangan, Rabu (7/11/2018), IHSG bergerak menguat. IHSG menguat 18,085 poin (0,34%) ke 5.944,239. Indeks LQ45 juga bertambah 5,226 poin (0,40%) ke 949,074.
Jeda perdagangan siang ini IHSG bergerak negatif. IHSG turun 14,537 poin (0,25%) ke 5.909,393. Indeks LQ45 melemah 4,090 poin (0,43%) ke 940,891.
Pelemahan IHSG siang ini dipicu jatuhnya 4 saham sektoral. Saham sektor barang konsumsi melemah paling dalam hingga 1,05%. Sebanyak 173 saham menguat, 161 saham melemah dan 127 saham stagnan.
perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan frekuensi perdagangan saham 201.217 kali transaksi dengan volume perdagangan saham 5 miliar lembar saham senilai Rp 3,9 triliun.
Investor asing mencatat aksi beli yang cukup besar untuk ukuran setengah hari perdagangan dengan catatan net buy Rp 885,23 miliar.
Sedangkan bursa saham Asia mayoritas bergerak positif siang ini. Berikut pergerakannya:
- Indeks Nikkei 225 bertambah 0,50% ke 22.256,570
- Indeks Hang Seng naik 1,16% ke 26.423,961
- Indeks Komposit Shanghai menguat 0,42% ke 2.671,430
- Indeks Straitimes bertambah 0,74% ke 3.083,250.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 78.775, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 675 ke Rp 42.325, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 400 ke Rp 24.000 dan Pelayaran Tamarin (TAMU) turun Rp 285 ke Rp 1.885. (dna/zlf)











































