9,36% Saham Freeport Harus Dibayar Tunai Senilai US$ 1 M

9,36% Saham Freeport Harus Dibayar Tunai Senilai US$ 1 M

- detikFinance
Kamis, 25 Agu 2005 17:32 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berniat membeli 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia secara cashless melalui tukar menukar saham. Namun tampaknya niat itu sulit untuk terwujud. Pasalnya, Freeport Indonesia menginginkan seluruh transaksi pembelian saham itu diberikan dalam bentuk tunai dan sesuai harga pasar. Sementara harga 9,36 persen saham Freeport itu bernilai US$ 1 miliar."Transaksi itu harus sesuai harga pasar dan tunai," kata Corporate Communications Manager PT Freeport Indonesia Mindo Pangaribuan dalam perbincangannya di kantor detikcom, Jakarta, Kamis (25/8/2005).Sebelumnya, Antam berniat menerbitkan saham baru atau right issue senilai US$ 700 juta terkait transaksi cashless atau pertukaran saham untuk 9,36 persen saham pemerintah di PT Freeport Indonesia. Nilai right issue tersebut sama dengan nilai 9,36 persen saham pemerintah di Freeport sekitar US$ 700 juta. Antam kini sudah menunjuk HSBC sebagai penasihat keuangan dalam rangka akuisisi 9,36 persen saham Freeport. HSBC akan melakukan due diligence terhadap rencana akuisisi saham Freeport dan akan memberikan rekomendasi layak tidaknya investasi tersebut. Dalam akuisisi itu, Antam akan memprioritaskan 9,36 persen saham milikpemerintah Indonesia di Freeport terlebih dahulu ketimbang 9,36 persen sahammilik PT Indocopper Investama. Meski demikian, kedua opsi akuisisi akan tetapdikaji sebagai bagian dari due diligence yang tengah dilakukan.Namun pemerintah Indonesia sudah menegaskan sikapnya untuk tidak menjual 9,36 persen sahamnya di PT Freeport Indonesia. Dengan demikian, mau tak mau, Antam harus memilih saham milik PT Indocopper Investama.Sementara PT Indocopper Investama sendiri saat ini 100 persen sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold yang juga menguasai 81,28 persen saham PT Freeport Indonesia. Saham Freeport-McMoRan Copper & Gold sendiri saat ini tercatat di pasar saham New York (NYSE) sehingga menurut Mindo, seluruh transaksi sahamnya harus mengikuti aturan NYSE.Mindo juga mengaku hingga saat ini belum ada satu pun 'lamaran' yang masuk ke Freeport termasuk dari Antam yang kabarnya sudah ngebet. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads