Kimia Farma Pangkas 40 Persen Target Laba 2005
Kamis, 25 Agu 2005 17:34 WIB
Jakarta - PT Kimia Farma Tbk akan merevisi target laba bersih tahun 2005 dari semula Rp 100 miliar menjadi Rp 60 miliar. Revisi itu terkait sejumlah faktor negatif seperti melemahnya rupiah dan berkurangnya daya beli masyarakat terhadap obat. Hal ini disampaikan Dirut Kimia Farma Gunawan Pranoto di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (25/8/2005).Gunawan menjelaskan, pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor adanya revisi target tersebut. Pasalnya, dengan naiknya dolar, maka komponen pembiayaan bahan baku juga meningkat mengingat komponen impor Perseroan lebih dari 90 persen. Selain itu komponen lain seperti harga kemasan Alumunium Foil juga ikut melonjak. "Dulu kita memakai asumsi dolar Rp 9.300. Sekarang sudah 10.300 atau naik 10 persen. Salah satu cara untuk mengimbangi kenaikan bahan baku adalah menaikkan harga. Tapi kita akan lihat dulu sampai akhir kuartal III," ujar Gunawan.Menurutnya, jika perseroan memberlakukan kenaikan harga 6-7 persen untuk obat generik yang produksinya mencapai 50 persen, perseroan harus meminta izin dulu dari pemerintah. Sedangkan untuk obat over the counter (OTC) dan obat branded, Kimia Farma bisa langsung menaikkan harga. Meskipun jumlah resep yang diproduksi perseroan sama, kata Gunawan, tapi nilainya berkurang karena faktor depresiasi rupiah dan tingginya bahan baku. Hal ini terlihat dari turunnya pasar generik hingga 3 persen karena belanja obat masyarakat yang menurun. Ditambahkan, revisi target laba bersih tersebut sudah menggunakan asumsi dolar Rp 10.000. Mengenai kemungkinan melakukan lindung nilai atau hedging Gunawan mengaku hal itu agak sulit dilakukan karena perseroan memakai sistem natural saja. "Apalagi jika ada pembayaran utang yang jatuh tempo, hedging itu makin sulit dilakukan," ujarnya.Secara keseluruhan, industri farmasi mengalami perlambatan pertumbuhan yakni pada semester I-2005 hanya 11 persen dibanding 14 persen pada periode yang sama tahun lalu.
(qom/)











































