Tender Offer Saham Publik Bank Lippo Dilakukan November
Jumat, 26 Agu 2005 14:21 WIB
Jakarta - Khazanah Nasional Berhad Malaysia, pemegang saham mayoritas di PT Bank Lippo Tbk melalui anak perusahannya Santubong Investments BV, akan melakukan tender offer terhadap saham-saham publik pada paruh kedua November 2005. Saat ini Santubong BV telah menguasai 52,05 persen saham Bank Lippo yang dibeli dari Swiss Asia Global dengan harga pembelian Rp 1.619,11 per saham."Tender offer akan dilakukan sebelum akhir tahun kira-kira sehabis lebaran sekitar paruh kedua November 2005. Harganya akan mengikuti mekanisme pasar," kata Dirut Bank Lippo Joseph Luhukay usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (26/8/2005).Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui masuknya Khazanah sebagai pemegang saham mayoritas. Termasuk juga menyetujui perubahan susunan komisaris dan direksi Bank Lippo. Namun demikian, nama-nama direksi dan komisaris baru akan efektif setelah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia dalam fit and proper test.Dijelaskan Jos Luhukay, penutupan transaksi untuk pembelian saham Bank Lippo dari Santubong ke Swiss Asia Global diperkirakan akan selesai pada akhir September atau awal Oktober 2005. "Kita optimistis BI akan memberikan sinyal yang positif atas masuknya Khazanah," jelasnya.Selain adanya perubahan jajaran komisaris dan direksi, Bank Lippo juga membentuk office of the CEO, yang berfungsi memberikan dukungan kepada direksi khususnya presiden direktur. Tugas lainnya adalah melakukan perencanaan strategi Bank Lippo ke depan untuk menjadi bank nasional dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API) 2010, serta melakukan analisis kinerja perusahaan.Menurut Jos, unit ini akan menjadi bagian dari direksi dan dipimpin oleh Lim Eng Khim dari Khazanah sebagai Head Of Corporate Startegy and Chief of Staff. Selain itu Bank Lippo juga akan melakukan penunjukan wakil presiden direktur yang akan ditentukan kemudian.Nama-nama yang masuk dalam jajaran direksi dan komisaris hasil RUPSLB 26 Agustus adalah Presiden Komisaris terpilih Md Ali Md Dewal, seorang bankir asal Malaysia. Sedangkan anggota komisaris yakni Roy E Tirtadji, Billy Sindoro, Nyoman Tjager (ketiganya pejabat lama), Andi Muhammad Hatta (Wapresdir Bank Niaga), Zulkifli Ali (bankir asal Malaysia) serta Abdulkaris bin Alias (Direktur Khazanah).Sementara itu Joseph SP Luhukay tetap terpilih untuk menduduki jabata presiden direktur. Adapun jabatan direktur masing-masing diisi oleh Gottfried Tampubolon (mantan Direktur Citibank), Laurenthia Sulistiawati (Direktur Konsumer Citibank), Thila Nadason (PwC Indonesia), Samuel Thahir, Sutarmin Lili, Totok Bartholomeus, Tjindrasa Ng, Lee Heok Seng dan Harianda Noerlan.Jos menjelaskan, masuknya mantan Wapresdir Bank Niaga di jajaran komisaris Bank Lippo bukan berarti perusahaan akan dimerger dengan Bank Niaga meski keduanya memiliki pemegang saham yang sama. Khazanah memiliki saham di Commerce Asset Berhad yang saat ini menjadi pemegang saham Bank Niaga."Untuk merger itu terlalu dini, tapi perlu dicatat Khazanah itu mengoperasikan lebih dari satu bank di negara tujuan investasi seperti di Malaysia mereka punya lima hingga enam bank yang berjalan sendiri tanpa dilakukan merger," ujarnya.Dijelaskannya, Bank Lippo baru akan melakukan kuasi reorganisasi pada awal tahun 2006. "Agak tertunda dari rencana semula karena masuknya Khazanah, jadi baru bisa dilakukan awal tahun depan," terangnya.
(san/)











































