Laba Bersih Indofood Semester I-2005 Anjlok 88 Persen
Jumat, 26 Agu 2005 18:33 WIB
Jakarta - Akibat adanya biaya bersih yang mencapai Rp 186,3 miliar, laba bersih PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) semester satu 2005 anjlok hingga 88 persen menjadi Rp 14,5 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 120,771 miliar."Apabila tidak ada beban signifikan dan kredit tersebut, maka laba bersih perseroan mencapai Rp 200,7 miliar," kata Anthony Salim, Presdir Indofood dalam keterangan tertulis, Jumat (26/8/2005).Rincian biaya signifikan dan kredit tersebut adalah pertama, kerugian atas penghentian(unwinding) kontrak lindung nilai atau hedging Principal-Only-Swap (POS) sebesar US$ 250 juta yang nilainya mencapai Rp 287,4 miliar.Kedua, pembayaran premi atas redemption Eurobonds dan biaya terkait lainnya sebesar Rp 39,2 miliar. Ketiga, pembayaran pensiun dan tunjangan pesangon sebesar Rp 63,2 miliar. Keempat, kompensasi goodwill atas usaha patungan Nestle sebesar Rp 130 miliar dan kelima, pengaruh pajak dan lainnya sebesar Rp 73,5 miliar.Sedangkan dari sisi penjualan hanya menunjukkan sedikit kenaikan menjadi Rp 8,6 trilyun termasuk penjualan ekspor sebesar US$ 115,2 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,560 triliun.Kontribusi penjualan tersebut berasal dari Bogasari sebesar 36 persen, produk konsumen bermerek termasuk mi instan 37 persen, minyak goreng dan lemak nabati 15 persen dan distribusi 12 persen. Total aset per 30 Juni 2005 sebesar Rp 14,2 trilyun termasuk kas dan setara kas sebesar Rp 981,1 miliar. Sedangkan Saldo utang dalam valuta asing berkurang menjadi US$ 172,1 juta dibanding periode 31 Desember 2004 yang sebesar US$ 317,4 juta.Demikian pula saldo utang dalam rupiah berkurang menjadi Rp 4,8 triliun dibanding posisi 31 Desember 2004 Rp 4,9 triliun. Sehingga total utang keseluruhan sebesar Rp 6,5 triliun turun dibandingkan posisi 31 Desember 2004 sebesar Rp 7,9 triliun.Sampai dengan 30 Juni 2005, Eurobond yang telah dibeli kembali sebesar US$ 149,3 juta dari jumlah keseluruhannya mencapai US$ 310 juta. "Sesudah itu, ada tambahan sebesar US$5 juta yang juga telah dibeli kembali oleh Perseroan pada bulan Juli 2005," kata Anthony.Mengenai keputusan dari Pengadilan Tinggi Inggris yang menolak permohonan Indofood untuk melakukan pembelian kembali redemption atas Eurobond dengan nilai pari, menurut Anthony, perseroan akan mempertimbangkan segala opsi yang ada. Termasuk kemungkinan untuk mengajukan banding, setelah menerima alasan dan pertimbangan yang melandasi keputusan tersebut, yang dijadwalkan akan diterima pada bulan September 2005.Sehubungan dengan rencana spin-off dan IPO anak perusahaannya PT Bogasari Flour Mills menurut Anthony, pihaknya akan melihat kondisi pasar saham yang kurang menggembirakan saat ini. "Kami akan memantau dengan cermat perkembangan kondisi pasar selanjutnya sehubungan dengan rencana tersebut," katanya.
(san/)











































