Semester I-2005
Laba Bersih Indosat Turun 4,6%
Sabtu, 27 Agu 2005 13:47 WIB
Jakarta - Meski pendapatan usaha PT Indosat Tbk (ISAT) pada semester I-2005 meningkat 15,96 persen, namun perseroan mengalami penurunan laba bersih 4,6 persen. Turunnya laba bersih ini karena perseroan tidak lagi mendapatkan keuntungan dari penjualan investasi di anak perusahaannya. Laba bersih Indosat tercatat sebesar Rp 786,326 miliar atau turun 4,6 persen dibandingkan semester satu 2004 yang sebesar Rp 823,910 miliar. Sedangkan pendapatan usaha mencapai Rp 5,884 triliun atau naik 15.96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 5,074 triliun. Demikian diungkapkan oleh Dirut Indosat Hasnul Suhaimi dalam laporannya kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), Sabtu (27/8/2005). Laporan keuangan Indosat semester satu 2005 diaudit oleh kantor akuntan publik Prasetio, Sarwoko & Sandjaja (Anggota Ernst & Young Global). Pada semester satu tahun lalu, Indosat mencatat keuntungan atas penjualan investasi jangka panjang sebesar Rp 110,929 miliar. Perolehan tersebut berbeda dengan periode semester I-2005 yang mengalami rugi atas penjualan investasi jangka panjang sebesar Rp 1,046 miliar. Selain itu juga pada periode ini Indosat tidak lagi membukukan keuntungan atas penjualan investasi di anak perusahaannya. Pada tahun sebelumnya, Indosat mencatat untung Rp 278,743 miliar dari anak perusahaannya. Tidak adanya keuntungan investasi inilah yang membuat laba bersih Indosat semester I-2005 turun 4,6 persen. Pendapatan usaha Indosat, terutama berasal dari seluler yang memberikan pemasukan terbesar Rp 4,403 triliun naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,370 triliun. Kontribusi terbesar selanjutnya dari pendapatan multimedia, komunikasi data dan internet (MIDI) sebesar Rp 820,065 miliar naik dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp 725,213 miliar. Sedangkan pendapatan telekomunikasi tetap justru turun menjadi Rp 660,314 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 944,985 miliar. Total aset Indosat pada semester I-2005 mencapai Rp 32,252 triliun, yang terdiri dari jumlah kewajiban lancar Rp 6,582 triliun, jumlah kewajiban tidak lancar Rp 12,246 triliun dan modal Rp 13,245 triliun.
(qom/)










































