Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Nov 2018 16:41 WIB

Suku Bunga BI Naik, IHSG Ditutup Positif

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau. Sepanjang hari ini IHSG tak beranjak dari zona positif.

Pergerakan IHSG ini merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang naik 25 basis poin ke 6%.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di level Rp 14.664.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik 23 poin (0,46%) ke 5.885,217. Indeks LQ45 juga naik 23poin (0,73%) ke 932,505.


Membuka perdagangan, Kamis (15/11/2018), IHSG melanjutkan penguatan. IHSG naik 98 poin (0,62%) ke 5.894,516. Sedangkan indeks LQ45 naik 33 poin (0,91%) ke 934,255.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih bergerak positif, naik 50,78 poin (0,87%) ke 5.909,076. Sementara Indeks LQ45 naik 11,767 poin ke 925,910.

Sesi I siang ini, IHSG naik 48,48 poin (0,82%) ke 5.906,77. Sedangkan indeks LQ45 naik 9,9 poin (1,08%) ke 935,748.

Menutup perdagangan IHSG parkir di 5.955,736, naik 97 ppoin (1,66%). Indeks LQ45 naik 20 poin (2,21%).

Perdagangan saham terpantau moderat, ditransaksikan sebanyak 424.165 kali dengan volus 11,4 miliar lembar saham senilai Rp 8,6 triliun. Sebanyak 226 saham menguat, 152 saham turun dan 135 saham tak berubah.

Sementara itu indeks utama bursa saham AS kompak ditutup dalam zona merah pada perdagangan hari Rabu (14/11). Indeks Dow Jones turun 0.81%, S&P melemah 0.76% dan Nasdaq tertekan 0.90%.

Pelemahan terjadi salah satunya dikarenakan rilisnya data Monthly Budget Statement AS bulan Oktober yang kembali mencatatkan defisit sebesar US$-100B atau jauh dari perkiraan yang hanya defisit sebesar US$-27.8B serta data Inflasi Oktober yang telah menyentuh 2.5% (YoY)
turut menjadi pemberat indeks.

Adapun sentimen negatif juga berasal dari pernyataan pihak Demokrat yang mendukung Federal Reserve untuk memperketat stimulus melalui kenaikan bertahan pada suku bunga The Fed, padahal di sisi lain Presiden Trump meminta kepada Federal Reserve untuk memberikan stimulus dan kemudahan pelaku usaha dengan tidak menaikkan suku bunga.

Sedangkan bursa saham Asia mayoritas bergerak positif siang ini. Berikut pergerakannya:
Indeks Nikkei 225 turun 0,47% ke 21.743,39
Indeks Hang Seng naik 0,43% ke 25.765,5
Indeks Komposit Shanghai naik 0,76% ke 2.652,18
Indeks Strait Times naik 0,09% ke 3.045,87

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Gowa Makassar Touring (GMTD) naik Rp 1.250 ke Rp 13.975, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 1.100 ke Rp 41.100, saham Indocement Tunggal bertambah Rp 875 ke Rp 19650 dan saham Pool Advista Indonesia (Pool) naik RP 595 ke p 5.575.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Unggul Indah Cahaya (UNIC) berkurang Rp 370 ke RP 3.520, kemudian saham Pabrik Kertas Tjiwi Kima (TKIM) turun Rp 275 ke RP 12.050, saham Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 270 ke Rp 4.010, dan saham Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 225 ke RP 11.475. (zlf/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed