Panic Selling Masih Melanda Pasar Saham, IHSG Jatuh Lagi
Senin, 29 Agu 2005 11:13 WIB
Jakarta - Belum pulihnya rupiah ditambah lonjakan harga minyak dunia membuat pelaku pasar kian gusar. Aksi panic selling masih terus berlangsung dan membuat IHSG terus melorot mendekati level 1.000. Pada perdagangan Senin (29/8/2005) pukul 10.40 waktu JATS, IHSG turun 30,555 poin pada level 1.018,319. Sementara nilai tukar rupiah berada di level Rp 10.435 per dolar AS.Penurunan terbesar terjadi di sektor pertambangan yang turun hingga 11 poin lebih. Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 2.621 kali pada volume 1.297.917 lot saham senilai Rp 315,385 miliar. Hanya tiga saham yang naik, 77 saham turun dan 282 saham stagnan. Saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 10.050, Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun Rp 300 menjadi Rp 5.700, United Tranctor (UNTR) turun Rp 225 menjadi Rp 3.525, Medco Energi International (MEDC) turun Rp 100 menjadi Rp 3.225, dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 2.025Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer antara lain Fajar Surya Wisesa (FASW) naik Rp 10 menjadi Rp 1.000, dan Daeyu Orchid Indonesia (DOID) Rp 10 menjadi Rp 520.
(qom/)











































