IHSG di Bawah Level 1.000
Investor Saham Menjerit
Senin, 29 Agu 2005 14:55 WIB
Jakarta -
Jatuhnya indeks hingga di bawah level 1.000 membuat investor saham terutama di sektor ritel menjerit. Mereka mencemaskan nasib investasi sahamnya yang sedang hancur lebur. Salah satu yang babak belur karena anjloknya saham adalah Marco (40 tahun), seorang investor ritel pasar saham yang sudah malang melintang di pasar saham. Ia mengaku kecewa dan bingung terhadap kondisi pasar saat ini."Mau beli nggak bisa karena modal sudah tidak ada lagi. Sedangkan mau jual turunnya sudah terlalu jauh," katanya memelas.Ia berharap kondisi pasar saham tidak terus terpuruk. Karena itu, kata Marco, pemerintah harus memberikan aksi yang jelas, tidak hanya sekedar mengimbau. "Memang investasi di saham itu berisiko. Tapi kalau pasar sahamnya hancur gara-gara ketidakjelasan pemerintah, itu suatu kesalahan," ujarnya. Sedangkan Melvin (26 tahun) yang tergolong pemain baru di pasar modal mengaku agak stres melihat kondisi pasar saham saat ini. Wanita cantik ini mengaku berburu saham sejak awal tahun karena berdasarkan rekomendasi harga saham sampai akhir tahun bakal terus naik."Tapi bagaimana nggak cemas, belum sampai akhir tahun pasarnya sudah jeblok kayak begini," ujar Melvin. Ia menuding tidak adanya kerjasama antara presiden dan wapres yang selama ini berbagi tugas menjadi penyebab tidak harmonisnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Baik Melvin dan Marco mengaku pasrah atas nasib investasinya. Namun mereka berharap ada perbaikan di pasar saham yang cepat oleh pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan yang tepat.Sedangkan investor reksa dana yang berbasis saham memilih untuk memperbanyak investasinya di reksa dana saham. "Ini kesempatan, mumpung masih murah. Saya kan investasi di reksa dana saham untuk jangka panjang," kata Anastasia.Meski mengaku Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana saham yang dimilikinya saat ini turun, namun Anastasia melihat investasinya masih memiliki keuntungan karena pada awal dibeli harganya jauh di bawah harga saat ini. "Untungnya saya main di reksa dana, tidak langsung ke saham, sehingga tidak terlalu cemas," ujarnya.
(qom/)










































